Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Maret 2019 / 06:10 WIB

Ritual Selametan Puser Bumi Diharapkan Mampu Membawa Kesejukan Jelang Pemilu

MAGELANG, KRJOGJA.com - Ritual 'Selametan Puser Bumi, Merawat NKRI Menjaga Indonesia' digelar di puncak Gunung Tidar Kota Magelang, Minggu (24/3/2019) malam. Dalam rangkaian kegiatan ini juga digelar umbul donga, yang sebelumnya juga dilaksanakan penyiraman air kendhi ke tugu puser yang ada di tengah-tengah puncak Gunung Tidar oleh Gubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo, Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dan Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP.  

Beberapa orang dari wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, termasuk Walikota Magelang, Bupati Magelang, Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina, Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana SE maupun lainnya, juga ikut naik ke puncak Gunung Tidar dengan mengenakan busana Jawa. Demikian juga Gubernur Jawa Tengah dan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, beberapa Camat, Kepala Desa, Kepala Kelurahan dan beberapa pejabat di jajaran Pemerintah Kota dan Kabupaten Magelang.

"Puser yang ada di puncak Gunung Tidar banyak dikenal dengan sebutan pusernya tanah Jawa. Diakannya selamatan di lokasi tersebut dengan harapan masyarakat di Magelang, Jawa Tengah serta Indonesia diberi kedamaian, keselamatan dan kenyamanan. Dengan digelarnya ritual umbul donga, diharapkan doa-doa yang tertulis dalam lembaran kertas dapat dikabulkan Tuhan," ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ariyanto kepada KRJogja.com usai ritual selametan.

Dalam kegiatan ini juga ditampilkan beberapa tumpeng gunungan dari pala gumantung dan pala kependem, harapannya alam bisa bersahabat. Menyiramkan air kendhi ke puser Gunung Tidar, lanjutnya, mengandung makna suatu kesejukan dan tetap dingin. Negara Indonesia diharapkan selalu damai, selalu sejuk dan dingin. Siraman tersebut diharapkan juga dapat mendinginkan atau menyejukkan, serta kesejukan dan rasa dingin tersebut dapat merambah ke seluruh wilayah Indonesia.

Dalam Pemilu 2019 mendatang diharapkan kondisinya damai, aman dan lancar. Meskipun ada perbedaan pilihan dan pandangan, hal itu diharapkan tidak menjadikan suatu permasalahan Gubernur Jawa Tengah diantaranya mengatakan kegiatan di puncak Gunung Tidar untuk berdoa agar kerukunan dapat lebih tercipta dan negara serta bangsanya diberi kemakmuran. Persaudaraannya juga semakin meningkat, karena hatinya senang dan rasa cintanya tinggi. Meskipun berbeda kulit, kata Gubernur Jateng, tetap saudara. Demikian juga berbeda golongan, berbeda partai politik, berbeda rezekinya. Kalau ada saudaranya yang sedang mengalami kesusahan, segera diberi pertolongan.

Gubernur Jateng juga mengajak terus menciptakan kerukunan dalam proses pemilihan wakil rakyat dan pemilihan presiden, serta berdoa bersama semoga Indonesia nantinya memperoleh pemimpinan yang amanah, yang dapat mengerti dan mengetahui kehendak dan keinginan rakyat, yang hidupnya juga mau dan bisa merakyat, hatinya bagus dan bersih, keinginannya memakmurkan rakyat.(Tha)