Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Maret 2019 / 04:10 WIB

Prihatin Kondisi Bangsa, ASN Purbalingga Dirikan Rumah Pancasila

PURBALINGGA, KRJOGJA.com - Sedikitnya 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Purbalingga mendeklarasikan berdirinya Rumah Pancasila di rumah makan Kedai Kebun Purbalingga, Minggu (24/3/2019). Para ASN itu berasal dari jajaran Pemkab Purbalingga, Kandepag, guru, dan ASN lainnya di instansi vertikal.

Salah satu penggagasnya, Setyadi menegaskan, Rumah Pancasila lebih menyerupai paguyuban, bukan organisasi formal yang dilengkapi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Rumah Pancasila juga tidak berafiliasi kepada capres atau partai politik tertentu.

"Ini hanya kelompok diskusi ASN. Diskusi kami nanti soal menjaga dan melestarikan Pancasila sebagai ideologi NKRI,” tutur Setyadi.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Purbalingga itu menambahkan, latarbelakang pembetukan Rumah Pancasila itu dari keprihatinan terhadap fenomena ASN yang mudah dipecah belah akibat perbedaan politik menjelang Pemilu. Masyarakat termasuk ASN dihadapkan pada kondisi pengaruh media sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Menjelang pilpres, informasi hoak yang saling menyerang dinilai mengancam nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.

Setiyadi mengingatkan, penetapan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan para pendiri bangsa dan negara dan telah melalui proses dialektik yang panjang antar komponen bangsa. Karenanya, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus tetap dipertahankan demi tetap tegaknya NKRI.

"Kami sepakat mempertahankan Pancasila. Kelompok diskusi kami terbuka bebas dari ASN yang peduli dengan Pancasila", tegasnya. (Rus)