Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Minggu, 24 Maret 2019 / 19:10 WIB

Lima Tersangka Ditangkap, Kasus Pembunuhan Juragan Pupuk di Temanggung Terungkap

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Takut jadi target operasi, A alias Ambon, akhirnya menyerahkan diri pada Kepolisian Resort Temanggung. Hasil pengembangan, ditangkap Am yang juga terlibat dalam pembunuhan kepada korban pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Kasat reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi mengatakan lima tersangka pembunuhan telah diamankan kepolisian. Tiga tersangka sebelumnya adalah Nurtafia alias N, Permadi DW alias P dan Indarto alias I.

"Istri korban, N dan P yang berperan, mereka perencana. Mereka menyewa orang sebagai eksekutor yakni I, " kata Dwi Hariyadi, Minggu (24/3/2019).

Disampaikan tersangka A berperan sebagai pengalih perhatian sedangkan Am penyedia tempat, yakni di rumahnya di wilayah Bulu. Jadi saat korban berbincang dengan A di ruang tamu lalu dipukul 3 kali dengan balok oleh I.

"Korban lalu dibuang ke  perhutani Blok Bongkol di Dusun Bandarejo Desa Sidoharjo Kecamatan Candiroto Temanggung. Saat diambil kepolisian jasadnya telah membusuk," ungkapnya.

Dikatakan N dan P menghabisi korban karena sebagai penghalang hubungan keduanya yang hendak menikah. Pembunuhan itu dilakukan pada sekitar 12 maret lalu dan terungkap 18 Maret 2019. Pembunuhan dibayar Rp 20 juta yang dibayarkan dari uang korban. Ketiganya ditangkap terlebih dahulu.

Disampaikan A menyerah malam jumat malam lalu sedangkan Am ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, setelah A mengemukakan keterlibatannya. " Namun kami masih mendalaminya," katanya.

Dia menyampaikan barang bukti yang diamankan diantaranya mobil pick-up Mitsubishi Colt 120 SS warna hitam dan Xenia ‎warna hitam BE 2433 YS, selain itu mengamankan sejumlah telepon genggam dari ketiga tersangka dan uang tunai kurang lebih sebanyak Rp12 juta.

"Saat dilakukan pengeledahan di rumah P kami menemukan uang tunai kurang lebih sebanyak Rp10 juta, uang ini atas keterangan tersangka merupakan pemberian dari tersangka N, dan uang sebanyak Rp 2 juta disita saat dilakukan penangkapan," terangnya.

Dikatakan tersangka pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. (Osy)