Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 24 Maret 2019 / 16:12 WIB

Hadapi Bencana, PMI Butuh Pendonor


PURWOREJO, KRJOGJA.com - Menyadari akan kondisi wilayah yang sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana, bahkan indek risiko tertinggi nomor dua di Jawa Tengah dan menempati indek risiko nomor 18 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia, maka PMI Kabupaten Purworejo diminta untuk selalu siaga dengan berbagai daya yang dimilikinya.

“Dalam kaitan ini, PMI harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Ketika musibah datang seringkali tidak dapat kita hindari, namun dengan bersiaga dan mempersiapkan diri tentu lebih baik, sehingga penderitaan dan resiko dapat diminamilisir,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Drs Said Romadhon saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) PMI Kabupaten Purworejo tahun 2019 di Aula SMK Negeri 3 Purworejo, Sabtu (23/3).

Disamping itu, kebutuhan darah dari tahun ketahun selalu meningkat, sehingga terpenuhinya kebutuhan darah bagi yang membutuhkan, harus benar-benar diperhatikan PMI. Sebagai obat yang tidak dapat dibuat di perusahaan farmasi, darah harus diusahakan stoknya agar tetap terjaga. “PMI harus terus melakukan rekruitment para dermawan darah, dengan pendekatan yang arif dan manusiawi sehingga mereka tetap setia menjadi pendonor,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Ketua PMI Purworejo Yuli Hastuti SH meminta agar semua kinerja yang sudah dilakukan dapat dicermati lagi. ”Dengan mencermati seluruh kegiatan yang telah kita lakukan, kita akan bisa mengevaluasi dan bekerja lebih baik untuk kegiatan kemanusiaan yang akan datang,” jelasnya. (Nar)