Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 24 Maret 2019 / 12:52 WIB

Begini, Perjalanan Kopi hingga Sampai Siap Saji

YOGYA, KRJOGJA.com - Kopi sebagai minuman yang banyak digemari memiliki seremoninya sendiri. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana perjalanan meramu kopi sampai dengan siap dinikmati.

"Rasa kopi sebagian ditentukan sejak dari kebunnya. Selain itu rasa kopi ditentukan juga oleh perlakuan pasca panen. Adapun roaster berpotensi untuk menambah enak kopi  dengan takaran yang mampu mengeluarkan aroma yang khas atau malah menutupnya dengan rasa pahit aja", jelas Vivian Asri pemilik Klinik  Kopi.

Vivian juga menambahkan bahwa proses pasca panen dalam  pengolahan kopi terdapat tiga macam antara lain, pertama semi washed  yaitu dikupas, dicuci, dijemur, difermentasi kemudian dijemur. Kedua, honey yaitu dikupas tanpa dicuci lalu difermentasi baru di jemur. 

Ketiga, kata Vivian natural yaitu tidak dikupas, difermentasi beserta kulit buahnya lalu dijemur. 
Perawatan di kebun juga memerlukan penanganan seperti pemupukan, pemangkasan dan pemilihan ceri merah dan tata cara memanen. Misalnya pengambilan kopi Arabika yang harus dilakukan satu demi satu.
"Kami percaya semua kopi perannya ada di manusianya, kalo tanahnya bagus tapi perawatannya gak bisa ngurus jadi sama saja", tambah Vivi.

Dia menjelaskan lama penjemuran kopi sendiri tidak menentu waktunya, mengingat kondisi iklim di Indonesia yang cenderung lembab. Ada yang seminggu maupun dua minggu, penentuan biji kopi yang sudah kering ini memerlukan eksperimen.

Perjalanan kopi selanjutnya yaitu roasting atau disangrai untuk kemudian menjadi roas bean. Ukuran roasting ini juga mempengaruhi jumlah bean kopi yang disangrai. Lama roasting sendiri ditentukan oleh roaster dengan tingkat kematangan yang diinginkan misalnya medium roas maupun dark roas. Klinik Kopi sebagai salah satu kedai kopi yang terkenal menyuguhkan kopinya tanpa gula dan susu ini biasanya memilih proses roasting selama 10-12 menit. Biji kopi ini pada akhirnya dihaluskan dengan grinder dengan tingkat kehalusan sesuai yang diinginkan oleh masing-masing coffee shop. "Suhu air dalam penyeduhan juga berpengaruh pada rasa kopi. Namun pada akhirnya kelemahan dan kelebihan kopi dalam penyajiannya tetap ditentukan oleh seorang Barista yang menyeduhnya", tutup Vivian. (KRA-10).