Jateng Editor : Agus Sigit Minggu, 24 Maret 2019 / 08:44 WIB

Komoditas Pertanian Banyumas Tembus Pasar Luar Negeri

BANYUMAS,KRJOGJA.Com - Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian RI,  Ali Jamil,Sabtu (23/3/2019) lakukan launching pelepasan ekspor komoditas pertanian berupa produk kayu olahan, dan gula organik di Desa Karanglo, Cilongok, Banyumas.

Pelepasan ekspor produk kayu olahan (barecore) dan gula organik bertempat di lokasi pabrik milik CV Karya Purabaya, yang beralamat di Desa Karanglo, Cilongok.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap,  Puji Hartono, menjelaskan jajarannya bersama pemerintah daerah di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo,terus berupaya melakukan akselerasi ekspor komoditas pertanian.

"Pelepasan ekspor kayu olahan kali ini, volumenya mencapai 57.672 m3  atau 53 kontainer senilai Rp 7,9 milyar dengan tujuan Cina. Adapun ekspor gula organik sebanyak 21.000 kg (dua kontainer) senilai Rp 677 juta akan dikirim ke Rusia dan Brasil," kata Puji Hartono.

Dijelaskan wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Cilacap meliputi Bandara Tunggul Wulung, Pelabuhan Tanjung Intan, dan Kantor Pos Besar Purwokerto.

Kemudian wilayah layanan UPT SKP Kelas I Cilacap mencakup empat kabupaten, yakni Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo. Sementara itu, wilayah pemantauannya meliputi empat kabupaten di atas,  ditambah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

Bupati Banyumas, Achmad Husein yang ikut melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian, menjelaskan  pihak terus upaya menggandeng pengusaha untuk melakukan ekspor, dengan mempermudah perijinan usaha.

"Dengan banyak perusahaan ekspor maka banyak lapangan pekerjaan, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan warga,dan petani," kata Achmad Husein.(Dri)