Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 23 Maret 2019 / 21:40 WIB

Mau Dapat Motor Baru?, Cukup Salat Subuh di Masjid Al Hijrah

SOLO, KRJOGJA.com (KRJOGJA.COM) -Ada yang unik di Masjid Al Hijrah Karangasem, Solo. Takmir masjid dan pendiri masjid yang kebetulan  pengusaha besar H Puspo Wardoyo telah menyiapkan sepeda motor baru sebagai hadiah bagi orang yang paling rajin salat subuh berjamaah. 

Menurut Muhammad Basyir Sahid, Ketua Takmir masjid  Al Hijrah,
 Sabtu (23/3/2019 ), pihaknya lebih memprioritas  jamaah di kampung Laweyan . "Setidaknya hingga kini, sudah ada tujuh sepeda motor yang kami berikan bagi jamaah paling rajin melaksanakan salat Subuh berjamaah  di masjid Al Hijrah ” ujarnya.

Hal ini dilakukan selain untuk memberi motivasi bagi para jemaah agar rajin salat berjamaah di masjid, sekaligus untuk memakmurkan masjid. Hadiah sepeda motor itu, langsung diberikan dari pemilik Masjid Al Hijrah, Puspo Wardoyo, seorang pengusaha restoran kondang di Kota Solo yang lahir di Karangasem, Solo. “Niat itu dilakukan Pak Puspo, semata-mata hanya untuk kemashalatan umat” lanjut Basyir.

Lebih jauh Basyir menjelaskan, pemilik masjid ini yang membiayai seluruh pengeluaran masjid dari bayar listrik, honor tenaga cleaning servis,  (hidangan makan setiap usai ibadah salat Jumat) hingga honor bagi takmir masjid. Selain  itu, Puspo sebagai dewan penyantun masjid ini, juga  mengalokasikan dananya, untuk biaya pemakaman bagi jemaah dan keluarganya warga Karangasem yang meninggal dunia.

“Malah juga memberi tali asih bagi jamaah masjid, untuk biaya melangsungkan pernikahan bagi warga di Karangasem” katanya.

Di sisi lain di Masjid Al Hijrah, setiap habis salat Jumat juga dibagikan ratusan nasi bungkus. Kegiatan Masjid Al Hijrah bukan itu saja, tetapi juga kajian rutin, pengajian akbar, belajar baca tulis Al Qur’ an baik bagi pemula maupun tingkat lanjut, pengajian khusus ibu-ibu, serta TPA (Tempat Pendidikan Al Qur’an) bagi anak-anak yang tinggal di sekitar masjid tersebut.

Puspo Wardoyo yang sudah banyak berguru Agama Islam, tentu berusaha mengamalkan ajaran Islam agar lebih sempurna. ‘Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. At-Taubah [9]: 18).

Dari ayat itulah maka Puspo Wardoyo, menjalankan amalan tersebut, sehingga baginya, masjid adalah rumah Allah, maka Allah Ta’ala sandingkan dengan diri-Nya sendiri, sebagaimana firman-Nya yang lain. “Dan siapakah yang lebih dianiaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya?” (QS. Al-Baqarah [2]: 114). Hal ini menunjukkan kemuliaan dan agungnya kedudukan masjid di sisi Allah Ta’ala.

Dia menjelaskan ada dua pengertian tentang memakmurkan masjid Allah Ta’ala, pertama, membangun masjid, memperindah atau memperkokoh bangunannya, namun ini hanya sekedar sarana saja, bukan tujuan utama memakmurkan masjid. Sepertinya memakmurkan masjid dengan membangun masjid yang indah, dan nyaman bagi jamaah, itu menjadi amalan tersendiri.  Kedua, memakmurkan dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan bedzikir kepada-Nya di dalam masjid tersebut. “Semua amalan itu dilakukan Pak Puspo dengan keihklasan” tutur
Muhammad Basyir Sahid. (Hwa)