Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 24 Maret 2019 / 02:43 WIB

War Kuk We 'Bu Sijo' Pilihan Mahasiswa Berkantong Tipis

MURAH, bersih, sehat di kantong , sehat di badan. Hari gini dengan merogoh kocek cukup Rp 8.000 sudah kenyang dengan menu, nasi, sayur (berbagai pilihan sayur asem, bayem atau kangkung), teh manis, lauk tahu dan tempe serta krupuk.

Itulah yang tergambar saat berkunjung ke Warkost (warung jujugan penghuni kost)  kuk we "Bu Sijo" (Njukuk atau ambil dewe , ambil sendiri alias prasmanan) yang berlokasi di Mendungan, Surakarta tepatnya sebelah Timur kampus ABA Pignateli Surakarta. 

Menurut Zaenuri, pemilik warkost, pelanggan tetapnya adalah pelajar dan mahasiswa dari seputaran kampus Pignatelli maupun Universitas Muhamadiyah  Surakarta (UMS) yang lokasinya berdekatan dengan warkostnya.

Diakui oleh Zaenuri pihaknya awalnya ingin membantu anak kost yang kondisi kantungnya pas-pasan sementara kebutuhan lain seperti untuk beli buku serta membayar keperluan pendidikan lain harus  diprioritaskan.

"Sebelumnya saya juga konsultasi dengan mantan bos saya yang kebetulan sebagai juragan kuliner yang memiliki sejumlah restoran di berbagai kota besar Indonesia. Akhirnya saya meniru mantan bos saya bergerak di warung makan tapi melayani masyarakat menengah  ke bawah terutama anak kost baik pelajar dan mahasiswa," ujar Zaenuri yang akrab dipanggil Nuri.

Nuri menceriterakan menu di warung kost nya diantaranya oseng-oseng, sayur kangkung, terung bumbu balado, sayur lodheh, sayur bayam. Sementara lauknya seperti ayam, ikan asin serta ikan goreng. Selain itu masih ada menu sop dan soto.

Cara menghitung pembayaran makan cukup unik di warkost "Bu Sijo" pengunjung ambil sendiri makanan minuman yang disenanginya, setelah itu baru ke kasir bilang apa saja yang di makan atau diminum . "Hanya saling percaya, nggak ada ngecek. Juga untuk berlatih kejujuran.Pelanggan kami tidak ada yang ambil makananan banyak terus ngaku ambil sedikit,nggak ada itu," ujar Nuri.

Sejumlah mahasiswa langganan warkost Bu Sijo mengakui keberadaan warung murah, meriah namun juga lezat rasanya merupakan dewa penolong bagi mahasiswa atau pelajar yang kost jauh dari orang tua."Apalagi kalau tanggal tua , kiriman uang dari orang tua belum datang, penolongnya ya makan di warkost Bu Sijo," ujar Suharyanto mahasiswa asal Gunung Kidul. (Hwa)