DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Maret 2019 / 13:11 WIB

9 SMK Menumpang UNBK di Sekolah Lain

YOGYA, KRJOGJA.com - Adanya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi di DIY, tidak mengganggu kesiapan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena sejumlah sekolah yang terdampak banjir sudah bisa ditangani dan siap melaksanakan UNBK.

Meski dari 217 SMK yang ada di DIY ada 9 sekolah yang terpaksa harus menumpang di sekolah lain. Tapi Disdikpora DIY memastikan, para peserta UNBK tersebut akan mendapatkan layanan baik, sama seperti siswa yang lain.

"Semua persiapan UNBK di DIY sudah dilakukan dengan baik. Termasuk untuk sekolah yang kemarin terkena banjir sudah ditangani dan siap mengikuti UNBK. Memang ada 9 SMK di DIY yang terpaksa harus menampung di sekolah lain. Hal itu terjadi karena, mereka tidak memenuhi syarat penyelenggaraan UNBK sendiri. Misalnya karena jumlah siswa yang tidak banyak atau keterbatasan fasilitas komputer," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs K Baskara Aji.

Sementara itu, sebagai koordinator UNBK SMK Sub Rayon 2 Kota Yogyakarta, maka SMKN 2 Yogyakarta sudah mempersiapkan diri. Termasuk melakukan koordinasi dengan tujuh SMK yang menjadi anggota Sub Rayon tersebut dengan peserta ujian keseluruhannya 1.673 siswa.

Pada saat UNBK berlangsung Sub Rayon memantaunya melalui Whatshap. Sementara jika ada kendala teknik di anggota Sub Rayon penyelesaiannya oleh teknisi di anggota Sub Rayon karena sebelumnya teknisinya sudah mendapat pelatihan. Demikian dikatakan Kepala SMKN 2 Yogyakarta Dodot Yuliantoro MT.

Pada pelaksanaan UNBK besok, pengawas atau fasilitator silang, dan cukup satu orang dalam satu ruangan. "Dalam satu ruangan ada seorang fasilitator, teknisi dan proktor. Selain mereka dilarang masuk ke ruang ujian," tambah Dodot yang menjadi koordinator Sub Rayon 2.

Menurutnya, intern SMKN 2 Yogyakarta sendiri juga sudah mempersiapkan diri. Kalau dalam hal akademis sudah dilakukan sejak awal tahun pelajaran. Secara teknis, sekolah menyediakan 11 laboratorium dengan masing-masing ruangan 36 komputer.

Terpisah Kepala SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta Misdar SE MM menambahkan, sekolahnya sebagai anggota Sub Rayon 2 sudah siap menggelar UNBK. Ada 250 siswa dari sekolah tersebut yang mengikuti UNBK. SMK Tamansiswa Jetis tidak menyediakan genset bergantung kepada listrik dari PLN.

Ada tiga laboratorium yang digunakan untuk UNBK. Siswa berasa dari kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer Jaringan, Multi Media dan Teknil Instalasi Tenaga Listrik. (Ria/War)