DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Maret 2019 / 09:59 WIB

Honor GTT-PTT Masih Dibawah UMK

BANTUL, KRJOGJA.com - Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT), serta Guru Tetap Yayasan dan Pegawai Tetap Yayasan (GTY-PTY) SD dan SMP mulai tahun 2019 menerima kenaikan intensif, meski demikian honor yang mereka terima tiap bulan masih jauh di bawah Upah Minimal Kabupaten/ Kota (UMK).

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul, Drs Totok Sudarto MPd yang juga menjabat Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Bantul mengungkapkan di Bantul kenaikan intensif diterimakan setiap Triwulan atau mulai April 2019. Besarnya kenaikan intensif disesuaikan dengan grit atau masa kerja.

Bagi GTT grit 1 dari Rp 650.000 menjadi Rp 1.500.000, grit 2 dari Rp 450.000 menjadi Rp 1.000.000, grit 3 dari Rp 300.000 menjadi Rp 400.000, grit 4 dari Rp 250.000 menjadi Rp 300.000. Bagi PTT grit 1 dan 2 dari Rp 650.000 menjadi Rp 1.000.000, grit 3 dari Rp 350.000, menjadi Rp 400.000 dan grit 4 dari Rp 250.000 menjadi Rp 300.000.

Sedangkan untuk GTY dan PTY grit 1 dari Rp 500.- 000 menjadi Rp 650.000, grit 2 dari Rp 400.000 menjadi Rp 500.000, grit 3 dari Rp 250.000 menjadi Rp 300.000 dan grit 4 dari Rp 200.000 menjadi Rp 250.000. “Kenaikan intensif bagi guru TK, PAUD, MTs, MI maupun SLB juga disesuaikan dengan masa kerjanya, sehingga kenaikan intensif tidak sama. GTT dan PTT masih ada penambahan intensif dari sekolahan masing-masing yang besarnya disesuaikan dengan dana BOS,” ungkapnya.

Kenaikan intensif bagi GTT dan PTT tidak disamakan, walaupun mempunyai masa kerja yang sama. Karena dianggap GTT pekerjaannya merupakan profesi dan lebih berat dibanding dengan PTT. Bagi GTT juga diberi kesempatan lebih dulu mendaftarkan diri menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), tetapi tetap melalui tes atau ujian.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Bantul, karena selama ini kenaikan intensif yang kami tunggu tak pernah kunjung terealisasi,” tutur Totok. (Jdm)