DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Maret 2019 / 02:45 WIB

Usai Badai Savannah, Giliran Siklon Veronika Mengintai Yogya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki MSi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan menyikapi rilis informasi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, dalam tiga hari ke depan terkait keberadaan siklon tropis Veronika di Samudra Hindia yang diperkirakan akan mempengaruhi kondisi cuaca di DIY. “Kami sudah terima informasi BMKG untuk melakukan antisipansi bencana Hidrometeorologi seperti hujan, petir hingga tanah longsor kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Edy Basuki MSi.

Merujuk informasi tersebut bahwa munculnya siklon Veronika memicu terbentuknya through atau palung tekanan rendah di selatan Jawa. Hal itu berpotensi terjadinya hujan deras, terutama di bagian selatan Yogyakarta.

Selain itu, siklon tersebut juga membentuk area konvergensi atau pertemuan angin sehingga dapat memicu pembentukan awanawan hujan di sejumlah wilayah di DIY. Diperkirakan untuk wilayah DIY termasuk Gunungkidul masih akan diguyur hujan sedang hingga deras selama 2-3 hari ke depan, serta dapat disertai angin kencang dan petir.

“Untuk itu kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai munculnya cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Sementara terkait dengan kerugian yang dialami saat bencana banjir hingga kini sedang dalam proses pendataan. Untuk kerugian banjir baru dalam tahap pendataan dan yang sudah terdata kerugian bencana tanah longsor beberapa minggu sebelumnya yang mencapai kurang lebih Rp 2,9 milliar. Nantinya setelah dilakukan cross check berapa kerugian akibat dari bencana banjir akan dilaporkan.

“Untuk bangunan yang rusak akibat banjir kami belum bisa menangani secara maksimal, hanya longsor seperti di Dusun Ketelo kini sudah dibersihkan dengan alat berat. Setelah datanya valid akan diajukan untuk penanggulangan dengan bantuan tak terduga,” ucapnya.

Pasca terjadi bencana banjir Pemkab Gunungkidul menyatakan status tanggap darurat berlaku selama 14 hari dari tanggal 8 Maret 2019. Jika nantinya ada kejadian bencana maka perlu assesment lebih detail untuk memperpanjang status tanggap darurat. (Bmp/Ded)