Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 22 Maret 2019 / 21:47 WIB

Janji Menikahi, Tukang Kunci Tipu TKI Luar Dalam

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Seorang ahli kunci, Supriyadi (41) warga Dusun Tlangu Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kendal ditangkap Kepolisian Resort Temanggung dengan sangkaan sebagai penipu sejumlah tenaga kerja indonesia (TKI) hingga ratusan juta rupiah. Tak hanya itu, ia juga meniduri korban dengan alasan segera dinikahi.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan salah seorang korban adalah Rub (43) warga Dusun Nolobangsan Timur Desa Menggoro Kecamatan Tembarak Temanggung. Ia tertipu sebesar Rp 185 juta yang ditransfer ke rekening tersanka dalam beberapa tahap.

"Korban lain diantaranya, TKW warga Wonosobo dan Jakarta. Mereka terpedaya dengan janji tersangka untuk dinikahi dan merintis buat usaha," kata Henny di mapolres setempat, Jumat (23/03/2019).

Dikemukakan Supriyadi, Rub berkenalan via facebook pada 2016 yang dilanjut kencan. Supriyadi mengaku seorang pengusaha yang tengah mengembangkan bisnis. Rub kemudian memberikan dana segar Rp 35 juta sebelum pergi menjadi TKW di Taiwan.

Selama di Hongkong, lanjutnya, hubungan terus berlanjut via media sosial. Supriyadi mengirimkan keberhasilan bisnisnya, dan membutuhkan tambahan dana lagi. Rub menyanggupi dengan mengirim uang hasil kerjanya hingga Rp 150 juta. Secara rutin Supriyadi mengirim foto dan informasi perkembangan usaha.

Namun begitu pulang, dikatakan, rupanya usaha itu tidak ada. Usaha Supriyadi adalah ahli kunci atau pengganda kunci, sedang uang yang dikirimnya untuk membeli sepeda motor, melunasi hutang dan kebutuhan keluarganya.

Karena kecewa telah ditipu ia pun melapor ke Polres Temanggung. Kepolisian segera menangkap tersangka di rumahnya, berikut barang bukti antara lain peralatan tukang kunci dan tanda terima pengiriman uang foreight Exchange. Disampaikan, tersangka dijerat pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Supriyadi mengatakan selain dengan Rub juga tengah menjalin hubungan dengan perempuan lain yang mayoritas TKW atau mantan TKW, diantaranya warga Wonosobo dan Jakarta. " Sasaran saya TKW galau yang ada di Facebook, lalu kenalan dan kencan. Sebagian saya tipu dengan minta untuk modal," katanya. (Osy)