Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 22 Maret 2019 / 20:53 WIB

Pelaku Pengerusakan Masjid di Banyumas Ditangkap, Diduga Gangguan Jiwa

BANYUMAS, KRJOGJA.com - Kurang dari 24 jam dari kejadian Satreskrim Polres Banyumas berhasil menangkap AR (31) yang diduga sebagai pelaku pengerusakan masjid Darussalam dan Tempat Pendidikan Alquran (TPQ) serta ponpes di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kamis (22/03/219) malam lalu. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, namun untuk memastikannya Polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan dengan melibatkan pihak RSUD Banyumas.

"Tersangka akan dibawa ke RSUD Banyumas untuk menjalani observasi, waktu yang dibutuhkan untuk observasi sekitar 21 hari," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun saat melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian, Jumat (22/03/2019).

Dugaan gangguan jiwa itu muncul lantaran saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas pembicaraan tersangka kerap ngelantur. Dugaan itu semakin kuat dengan keterangan dari pihak keluarga yang berada di Desa Bumiagung Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Kepada Polisi pelaku AR saat ditangkap di rumah orang tuanya dan dimintai keterangan mengakui perbuatannya. Latar belakangan pengrusakan rumah ibadah dan tempat belajar Alquran, lantaran tersangka mengaku sakit hati kepada pengasuh Ponspes Miftahul Falah, KH Daelami dan Pengasuh TPQ Darussalam Kyai Abdul Majid.

Dalam pengakuanya pelaku yang pernah menjadi santri di ponpes tersebut namun dikeluarkan, kemudian minta diajar Kyai Abdul Majid. Tapi karena melihat sesuatu yang tidak pas, maka AR pun ditolak juga.

Karena penolakan itu menimbulkan sakit hati kemudian pelaku merencanakan aksinya dengan melakukan pengrusakan. Untuk melakukan aksinya tersangka berjalan kaki dari rumahnya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari ponpes.

Aksi itu dilakukan seorang diri dengan menggunakan pisau dapur. Aksinya diawali dengan menuju ponpes dan merusak pohon serta tumbuhan yang berada di kompleks ponpes, kemudian tersangka berjalan kaki menuju Masjid Darussalam yang berjarak sekitar satu kilometer.

Di lokasi kedua pelaku mengacak-acak isi masjid dan berpindah mengacak-acak TPQ Darussalam yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid. Selanjutnya tersangka melempar rumah Kyai Abdul majid yang tidak jauh dari TPQ menggunakan batu.

Jika nantinya AR terbukti bersalah maka tersangka akan dijerat dengan Pasal 406 KUHP junto pasal 65 KUHP tentang perusakan dengan. Tersangka bisa diancaman dengan hukungan sekitar 2 tahun penjara.

Tindakan cepat Polres Banyumas menangkap pelaku mendapat apresiasi dari Bupati Banyumas, Achmad Husein. Hal ini ditunjukan bupati saat bersama Damdim Banyumas dan Kajari Banyumas datang ke lokasi kejadian untuk melihat langsung pra rekontruksi yang dilakukan pelaku. "Apabila tidak segera terungkap, dikhawatirkan aksi itu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ungkapnya.

Bupati meyakini pelaku yang sudah ditangkap ini merupakan orang dengan gangguan jiwa. Tapi untuk memastikannya tetap harus menunggu hasil pemeriksaan dokter.

Kepada masyarakat Banyumas khususnya wara Desa Buniayu bupati meminta untuk tetap kondusif dan kembali melakukan aktifitas sehari-hari dan menjalankan kewajibannya seperti hari-hari biasa. Masyarakat juga diminta tetap berpikir dan bersikap jernih serta tak terpancing isu maupun provokasi dari pihak-pihak tak bertanggungjawab. (Dri)