Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 22 Maret 2019 / 17:56 WIB

Perlu Strategi Baru Menghentikan Kebiasaan Merokok

MAGELANG, KRJOGJA.com - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) mengadakan diskusi tentang mendidik anak-anak muda terutama mahasiswa agar tidak berperilaku merokok yang dilakanakan di Gedung Rektorat UM Magelang, Jumat (22/03/2019). Berbicara di forum ini Ns Ruspratikto Abimanyu SKep MCH CHt dari Balkesmas Kota Magelang dan Ketua MTCC UM Magelang Dra Retno Rusdjijati MKes.

"Kalau sudah seperti ini, kita langsung arahnya menuju ke pemerintah daerah agar segera mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” kata Retno Rusdjijati.

MTCC UM Magelang menyakini harus ada strategi baru untuk kebijakan pengendalian produk alternatif tembakau di Indonesia cq e-cigarette. Faktor yang paling berbahaya adalah betapa e-cigarette atau vaping sangat menarik bagi remaja dan anak-anak muda.

Dampak selanjutnya adalah semakin beratnya tantangan penegakan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Fakta inilah yang mendasari MTCC UM Magelang untuk menyelenggarakan diskusi kontroversi e-cigarette bersama mahasiswa dan media ini.

Sikap MTCC UM Magelang sendiri sangat tegas dan jelas terkait rokok elektronik, yaitu rokok elektronik pada dasarnya sama dengan rokok konvensional karena mengandung zat-zat berbahaya dan menyebabkan ketergantungan dan merusak kesehatan, sehingga termasuk 'haram' seperti yang difatwakan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah terhadap rokok konvensional.

Mendorong kepada pemerintah untuk melarang segala bentuk iklan, promosi dan sponsorship dari produk tembakau dalam bentuk apapun, termasuk rokok elektronik, untuk melindungi generasi muda bangsa. Mendesak kepada pemerintah daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah khususnya, untuk segera menetapkan peraturan daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), termasuk pelarangannya rokok elektronik didalamnya. (Tha)