DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 22 Maret 2019 / 02:11 WIB

Dapur Warna, Gabungkan Edutainment-Kuliner Hingga Seni Batik

SLEMAN, KRJOGJA.com - Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Kamis (21/3/2019) meresmikan operasional ruang makan berkonsep edutainment di Jalan Kaliurang km 11 Padukuhan Pedak Ngaglik Sleman yang diberinama Dapur Warna. Ruang makan dengan konsep gabungan edukasi, entertainment dan kuliner tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memajukan iklim pariwisata Yogyakarta. 

Nuryadi, Komisaris Dapur Warna mengungkap ruang kuliner tersebut menempati lahan Kas Desa dengan luasan 1 hektare. Berbagai tawaran menu menarik mulai masakan nusantara hingga makanan Korea yang sedang hits disuguhkan di lokasi berkonsep joglo Jawa tersebut. 

“Dapur Warna ini sesuai namannya menyuguhkan berbagai masakan baik nusantara maupun internasional. Secara keseluruhan dengan lima joglo, lima limasan dan satu hall besar bisa menampung hingga ribuan konsumen,” ungkapnya di sela pembukaan. 

Menariknya menurut Nuryadi selain menyajikan menu makanan dan minuman, Dapur Warna yang memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar juga menyematkan edukasi dan seni pada pengunjung yang datang. Membuat batik dan gerabah menjadi atraksi menarik yang bisa dijajal langsung oleh para konsumen. 

“Edukasinya akan dimasukkan di mana pengunjung bisa ikut latihan membatik Yogyakarta atau membuat gerabah. Ini yang jadi daya tarik dan pembeda Dapur Warna dari ruang makan lain yang sudah ada. Harapannya ketika wisatawan datang bisa mampir makan sekaligus mempelajari seni budaya Yogyakarta,” sambung pria yang juga anggota DPRD DIY ini. 

Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X sendiri mengapresiasi dibukanya Dapur Warna yang menggabungkan daya tarik kuliner dengan edutainment bagi pengunjung. Paku Alam berpesan agar Dapur Warna bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat bukan hanya pada pemilik saja. 

“Dapur Warna bisa menjadi salah satu alternatif warga Yogya atau wisatawan untuk menikmati kuliner di Yogyakarta. Ada berbagai macam masakan di sini dan harapannya bisa membawa kemaslahatan warga sekitar dan utamannya Yogyakarta,” ungkapnya. 

Sementara anggota DPR RI Esti Wijayati yang juga hadir dalam pembukaan turut menyampaikan harapan agar nantinya Dapur Warna bisa berkolaborasi lebih jauh dengan warga masyarakat agar membawa manfaat yang semakin besar. “Misalnya saja atraksi membatiknya dilakukan di rumah warga, jadi pengunjung diajak berkeliling padukuhan sehingga tidak hanya makan saja tapi bisa dapat pengalaman dan di sisi lain masyarakat mendapat imbas secara riil,” terangnya. 

Menurut Esti, mengenalkan budaya salah satunya batik Yogyakarta menjadi hal menarik bagi masyarakat karena banyak yang tidak memahami filosofi di balik motif batik Yogyakarta. “Pengunjung nanti dapat pengetahuan ada motif parang yang ternyata tak boleh dipakai jagong manten, atau batik apa yang dipakai untuk tujuh bulanan (mitoni) karena banyak lho sekarang yang tidak paham, bahkan penjual batik sekalipun,” sambungnya. (Fxh)