Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 21 Maret 2019 / 20:11 WIB

Demi 'Wongso Subali', Walikota Solo Tebar Bibit Ikan

SOLO, KRJOGJA.com - Sekira 810 ribu bibit ikan nila merah dilepaskan di perairan umum kawasan Bendung Karet Tirtonadi yang belakangan menjadi arena wisata baru. Selain menggairahkan wisata pemancingan, penebaran bibit ikan juga diarahkan untuk menaikkan tingkat konsumsi ikan di kalangan warga yang dikemas lewat program 'Wongso Subali' (Wong Solo Seneng Banget Lawuh Iwak). 

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Wenny Ekayanti, menjawab wartawan, di sela penebaran bibit ikan di Bendung Karet Tirtonadi, Kamis (21/3), menjelaskan, tingkat konsumsi ikan di kalangan warga Solo, sejauh ini reklatif masih rendah, kendati dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan menaik. 

Saat ini, kata Wenny tingkat konsumsi ikan mencapai 26,4 persen, atau naik sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya, namun masih berada pada rata-rata tingkat Jawa Tengah (Jateng) yang mencapai 28 persen.

Kebiasaan warga Solo menkonsumsi ikan, jelas Wenny, sebenarnya telah sudah melekat sejak dulu kala secara turun temurun. Hanya saja, kebiasaan itu hanya sebatas mengkonsumsi 'sego kucing' atau nasi bungkus dengan lauk serpihan ikan bandeng, sehingga tak banyak berefek pada peningkatan kualitas hidup seseorang. 

"Kita ingin, konsumsi ikan ini tidak hanya serpihan bandeng, tetapi satu orang satu ekor ikan baik jenis apapun, baik air tawar maupun laut," ujarnya sembari menyebut, di sisi lain, banyak warga memaknai lauk ikan sebagai daging ayam ataupun sapi.

Walikota Solo usai menebarkan bibit ikan nila di tengah perairan menggunakan perahu karet, berharap dalam tiga bulan ke depan bibit ikan ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah konsumsi ikan. Hanya saja dia mengisyaratkan penangkapan ikan yang direkomendasikan sebatas memancing, serta melarang keras penggunaan jala ataupun jaring yang dapat merusak habitat air. 

Pemancing dipersyaratkan ikut menjaga kebersihan kawasan bendungan, terutama sampah yang hingga kini masih bertebaran di berbagai sudut. (Hut)