DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Maret 2019 / 14:56 WIB

Berikut Kronologi Oknum Guru Tendang Siswa

YOGYA, KRJOGJA.com - Kasus seorang oknum guru salah satu SMP negeri di Kota Yogyakarta menendang siswa membuat kaget berbagai pihak. Bahkan orangtua dari siswa berinisial AA sampai melaporkan perlakukan yang diterima anaknya itu kepada anggota DPRD Kota Yogyakarta. Peristiwa ini seolah menambah panjang rentetan kasus kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Forum Pemantau Independen (Forpi) Yogyakarta bertindak cepat dengan mendatangi sekolah tempat peristiwa itu terjadi, Kamis (21/03/2019). Bertemu kepala sekolah dan oknum guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap AA, jajaran Forpi meminta keterangan seputar kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (20/03/2019) kemarin.

Oknum guru yang diketahui sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini mengungkapkan kejadian bermula ketika para siswa terlambat masuk sekolah. Pagi hari itu ada sekitar 25 siswa yang terlambat, termasuk salah seorang diantaranya yakni AA.

Sebelumnya para siswa yang terlambat masih diberikan kesempatan masuk sampai lagu kebangsaan diputar. "Karena lagu Indonesia Raya sudah diputar, saya mendapatkan 25 siswa yang telat pada hari Rabu termasuk siswa AA," ungkapnya.

Sebelum memberi hukuman kepada para siswa yang terlambat, oknum guru ini menyampaikan pesan pembinaan kepada siswa agar tidak kembali terlambat masuk sekolah. Setelah itu ia menanyakan satu-persatu kepada siswa apa ada yang sakit pada hari tersebut agar nantinya hukumannya tidak diberikan kepada murid yang sakit.

Saat itu AA mengacungkan tangan dan mengatakan jika kondisinya sedang sakit dan merasa pusing. Karena tidak yakin dengan apa yang dikatakan muridnya itu, oknum guru ini sekali lagi menanyakan kembali kepada AA.

"Saya tanya kamu beneran pusing, kok mukamu tidak pucat? Saat ditanya dan setiap dikasih nasihat, siswa AA ini jawabanya seperti ngejek dan mancing-mancing emosi guru. Ia juga jawabnya sambil ketawa-tawa," ungkapnya.

Karena menganggap AA telah berbohong maka oknum guru ini meminta siswanya itu untuk skot jump di hadapan 24 murid lain yang terlambat sama-sama terlambat. AA tak segera melaksanakan perintah yang diberikan oknum guru tersebut dan ia mengaku tidak tahu tahu apa itu skot jump.

Akhirnya oknum guru ini mempraktekkan sambil memegang pundak AA untuk mengikuti gerakannya. Karena tingkah AA dianggap mengejek, oknum guru ini spontan mendang pantat muridnya itu namun tidak sekeras seperti apa yang yang diberitakan.

"Tendanganya juga pakai ujung kaki. Pakai tangan juga sakitan tangan kalau mau mukul," tambahnya. Asumsi saya sebagai guru yang diejek siswa di depan siswa lain, saya merasa diremehkan AA sehingga saya harus menjaga kewibawaan di depan anak-anak," tegasnya. (Iva)