Gaya Hidup Editor : Agung Purwandono Kamis, 21 Maret 2019 / 12:20 WIB

Wartawan Rawan Alami Gangguan 'Muskuloskeletal'

SLEMAN, KRJOGJA.com - Wartawan merupakan profesi yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan.  Gangguan lambung, mata, dan stres sering dialam pekerja medi ini. Ada satu gangguan yang paling sering terjadi namun tidak disadari yaitu muskuloskeletal.

Hal tersebut dikemukakan Dekan Ilmu Kesehatan Universitas Aisiyah Yogyakarta (Unisa) Ali Imron MFis di depan puluhan wartawan yang mengikuti acara diskusi 'Darurat Fisik Awak Media', Rabu (20/3/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Hari Pers Nasional yang diselenggarakan oleh Unisa dan PWI Yogyakarta.

Ali Imron yang berkecimpung di dunia fisioterapi mengatakan gangguan muskuloskeletal adalah kondisi yang menganggu sistem pada fungsi sendi,  otot,  syaraf,  ligamen hingga tulang belakang.  Gangguan ini bisa terjadi karena static movement,  repetitive movement, dan bad posture. 

"Bad posture ini bisa terjadi pada cameramen,  reporter,  writer dan editor.  Apalagi ketika sudah bertemu dengan narasumber, tidak akan peduli lagi pada posisi tubuh yang salah, " ungkapnya. 

Keberadaan abnormal posture ini akan memberikan dampak pada abnormal movement yang jarang disadari oleh para pekerja media.  Abnormal movement bisa dilihat dari posisi duduk hingga cara berjalan. 

Dua kasus yang sering terjadi di pekerja media adalah forward head posture yaitu posisi kepala berada di depan bahu, dan hyperlordosis yaitu tulang belakang pada punggung bawah mengalami kelengkungan. 

"Kedua kasus ini bisa kita hindari dengan melakukan strecthing,  dimana itu bisa mengembalikan body awareness kita saat tubuh sudah memberikan sinyal karena ada kesalahan posisi," jelasnya.

Dalam menyampaikan resiko kesehatan para pekerja media oleh Ali Imron yang juga menjadi Dekan Fakultan Ilmu Kesehatan Unisa,  tim fisioterapi Unisa juga memberikan simulasi gerakan strecthing yang bisa dilakukan di rumah atau waktu senggang lainnya. 

"Dalam acara ini,  Unisa berharap tidak hanya bermanfaat dalam lingkung akademisi atau ilmuan,  namun juga bagi masyarakat, " tutupnya.  (KRA-04)