DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Maret 2019 / 10:35 WIB

Pemkot Yogya Cadangkan Beras 120 Ton

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya berupaya mencadangkan beras sebanyak 120 ton. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Perwal 22/2019 sebagai bentuk antisipasi keadaan darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, menjelaskan untuk mencadangkan beras sebanyak 120 ton diperlukan biaya tidak sedikit, yakni mencapai Rp 1,5 miliar. "Akan segera kami lakukan pada tahun ini, namun pengadaannya secara bertahap. Tahap awal kami alokasikan untuk 20 ton dulu," jelasnya.

Keadaan darurat yang menyangkut pangan memang harus diantisipasi. Apalagi Kota Yogya bukan merupakan daerah penghasil pertanian sehingga sangat mengandalkan distribusi dari daerah lain.

Keadaan darurat itu pun tidak hanya disebabkan oleh bencana alam melainkan gejolak harga yang signifikan dan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Beras yang dicadangkan merupakan kualitas medium.

Cadangan itu baru akan didistribusikan ke masyarakat ketika sudah terjadi keadaan darurat. Mekanisme penyalurannya disesuaikan dengan hasil verifikasi. Alur distribusinya diawali dari kecamatan, kemudian dilanjutkan ke kelurahan hingga dibagikan ke rukun warga untuk dibagikan ke masyarakat.

"Beras yang dicadangkan itu bukan untuk pemerintah, tapi sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat. Jumlah yang diterima masyarakat juga disesuaikan dengan konsumsi harian," imbuh Sugeng.

Sementara tempat penyimpanan beras cadangan, menurut Sugeng, juga sudah diatur melalui Perwal 22/2019. Pemkot akan bekerja sama dengan lembaga pengelola. Sejauh ini sudah ada beberapa pihak ketiga yang melakukan penawaran, salah satunya Taru Martani.

Sugeng menjelaskan, beras yang dicadangkan memiliki batas waktu tertentu agar tetap layak dikonsumsi. Oleh karena itu, lembaga pengelola itu juga bisa menjual atau mendistribusikan beras yang disimpan.

Akan tetapi jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh Pemkot karena kondisi darurat, maka lembaga pengelola tersebut harus dapat menyediakannya. Dengan begitu kedua belah pihak sama-sama memiliki keuntungan, dan masyarakat bisa memperoleh beras dalam kondisi baru. (Dhi)