DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 21 Maret 2019 / 08:10 WIB

Jadi Pasangan Tertua di Acara Nikah Massal, Alasannya Bikin Jomblo Makin Merana

BANTUL.KRJOGJA.com - Pria bernama Utomo ( 57) warga Bantul dan Ibu Sri Mujianti Ningsih (53) Wirobrajan Yogyakarta menjadi pasangan tertua di ajang nikah massal. Meskipun demikian pasangan tersebut buktikan usia tak lekang oleh waktu untuk membina bahtera rumah tanggga. Prosesi pernikahan berlangsung di Taman Wisata Tempuran Cikal Piyungan. Rabu (20/03/19).

Kepada krjogja.com, Utomo mengaku pernah menikah dua kali dan sudah memiliki dua anak dari pasangan sebelumnya. Pernikahan Utomo dengan mantan istrinya berakhir cerai lantarai kondisi perekonomi yang terus menerus menghambat dalam rumah tangganya.

Utomo yang bekerja sebagai buruh kasar sempat mengaku lelah mencari pendamping yang dapat menerimanya dengan segala kondisi yang ia miliki. Sudah menyandang status duda lebih dari 4 tahun, siapa sangka akhirnya Utomo kembali mendapat pendamping hidupnya untuk menyongsong hari tua. 

"Saya memutuskan untuk menikah karena kalau bisa dimasa tua kakek dan nenek bisa menua berasama meskipun saya sudah tidak muda lagi sekarang," tutur Utomo ketika ditemui diacara nikah massal setelah prosesi ijab kabul yang dilakukan di atas pohon bambu (omah luwak). 

Meskipun sudah berumur, lanjut Utomo, mengaku pernikahan ini bukan sebuah masalah asalkan pasangan yang ia nikahi dapat menerima segala sesuatu dan saling terbuka. Utomo juga mengaku mendapat kesempatan nikah massal ini sekaligus ikut merasakan bagaimana keseruanya nikah bersama-sama.

"Saya bersyukur bisa ikut nikah massal karena proses pra nikah sangat mudah apa lagi ini fasilitasnya disediakan full alias gratis semuanya pokoknya lancar," ucap Utomo. 

Sementara bagi Sri Mujiati Ningsih pernikahan ini merupakan hal yang dinantikan. Kepada krjogja.com, Sri berceritakan kisah kelamnya yang melihat mantan suaminya selingkuh dengan wanita lain dan memiliki anak dari wanita tersebut. Tak ingin hidup seperti itu, Sri memutuskan untuk bepisah. kiranya sejak tahun 2001 Sri sudah bercerai dengan mantan suaminya dan belum menikah lagi. 

" Saya juga memiliki satu anak. setelah saya menikah lagi hari ini, saya merasa terharu karena hidup saya besok sudah ada yang menemani. Karena selama ini saya hidup bareng ibu saya, jadi kalau ada suami saya bisa cerita apa apa ke suami kalau sakit bisa di pijat suami, semoga suami saya ini menjadi yang terakhir hingga akhir hayat," kata Sri sembari berkaca-kaca menggambarkan keterharuanya.

Keduanya mengatakan tidak berharap memiliki anak, mereka sendiri masing-masing sudah mempunyai anak dipernikahan sebelumnya. Selain itu, Sri juga sudah memasuki masa menopause.  Karena tujuan dari pernikahan mereka ini untuk saling melengkapi.

Selain Utomo dan Sri Mujiati ada juga 6 pasangan yang mengikuti nikah massal pada Rabu pagi ini. 

Nikah massal tersebut diselenggarakan Dalam rangka menyambut Hari air Se-Dunia yang akan jatuh pada 22 Maret dan sambut pemilu 2019. Event ini menjadi acara nikah massal yang ke-35 dihelat oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul bekerjasama Pokdarwis Tirto Girimulyo Piyungan, Himpunan penata rias Indonesia HARPI Melati Bantul, Pita Biru Production dan didukung SAR DIY. Event ini juga sekaligus ajang peresmian destinasi wisata baru di sungai opak Bantul. (Ive)