DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 21 Maret 2019 / 00:11 WIB

UGM Bentuk Konsorsium, Kembangkan Biochar dari Bambu

SLEMAN, KRJOGJA.com - Fakultas Pertanian UGM membentuk konsorsium bersama Universitas Syah Kuala, Universitas Andalas, Universitas Udayana dan Universitas Gent, Belgia melaksanakan penelitian bersama untuk pemanfaatan bambu sebagai bahan bahan baku biochar. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran sekaligus menjaga kesuburan tanah. 

Biochar sendiri selama ini dikenal sebagai  bahan arang aktif yang diguankan untuk membenahi tanah dalam rangka mengurangi pencemaran lingkungan pertanian dan potensial menjaga kesuburuan tanah. Konsorsium tersebut dicetuskan berupa kerjasama penelitian 3 tahun dimulai tahun ini The Flemish Interuniversity Council Belgium dengan Promotor Prof Stefaan De Neve dari Universitas Gent, Belgia, dan Dr. Benito Heru Purwanto dari Fakultas Pertanian UGM.

Heru Purwanto mengungkap kegiatan penelitian ini sudah dimualai sejak November 2018 dengan mengundang perwakilan peneliti dari lima perguruan tinggi. Nantinya pada pertangahan Maret akan dilakukan workshop serta kunjungan lapangan ke lokasi desa bibnaan Fakultas pertanian UGM di Sidorejo, Ngablak, Magelang. 

“Penelitian ini juga menggandeng para peneliti biochar dari balai penelitian yang ada di Indonesia seperti menghadirkan pakar biochar dari Balai Penelitian Tanah Bogor dan Balai Penelitian Tanaman Rawa Kalsel. Kita juga mengundang para kelompok tani untuk melakukan praktek pembuatan biochar yang ditargetkan sebagai penerima manfaat hasil penelitian ini,” sambungnya. 

Nantinya ketika penelitian tersebut berhasil, UGM berharap masyarakat bisa mengembangkan secara masif demi keberlangsungan tanah subur untuk masa depan. “Harapan kami tiga tahun kedepan ada hasil signifikan yang bisa diterapkan secara luas demi menjaga kesuburan tanah dengan mengurangi pencemaran,” pungkasnya. (Fxh)