Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Maret 2019 / 18:21 WIB

Pembangunan dan Pembiayaan Perkeretaapian Perlu Dukungan Berbagai Pihak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah melalui Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta masukan dan dukungan dalam pembangunan infrastruktur dan pembiayaan dari berbagai pihak. Tujuannya ada perkeretapian di Indonesia bisa sejajar dengan negara maju lainnya.

"Pemerintah menginginkan perkeretaapian Indonesia sama dengan negara maju. Untuk itu pemerintah meminta masukan dan dari berbagai pihak dalam pembangunannya, termasuk layanannya," kata Kasubdit Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Yudi Karyanto dalam Railway Tech Indonesia dan INAPA 2019 di Jakarta, Rabu (20/03/2019). 

Yudi membuka pameran teknologi perkeretaapian yang berlangsung 20-22 Maret 2019 itu mewakili Dirjen Perkeretapian, Zulfikri. Pameran yang diinisiasi Maska (Masyarakat Perkeretaapian) dan diselenggarakan PT GEM (Global Expo Management) Indonesia itu juga dilengkapi dengan Indonesia Railway Conference, yang mengupas tentang investasi, serta peluang dan tantangan yang dihadapi perkeretapian Indonesia.

Menurut Yudi, saat ini rel kereta di Indonesia sepanjang 6.000 kilometer dan akan dibangun lagi hingga menjadi lebih dari 13.000 kilometer tahun 2030. Dalam pembangunannya dibutuhkan investasi yang sangat besar dan waktu yang lama. Untuk investasi ini dibutuhkan pula investor, di samping anggaran negara dan subsidi untuk perintis.

“Investasinya besar, termasuk untuk pembangunan MRT dan LRT, juga kereta cepat. Kereta cepat akan dibangun dengan kecepatan 325 kilometer per jam. Pembangunan MRT dan LRT juga ternyata diinginkan oleh kota-kota besar lain, setelah LRT dibangun di Palembang,” jelas Yudi.

Namun, kata Yudi, peminat LRT belum sesusai harapan, khususnya di Palembang yang sudah beroperasi tahun 2018. Karena itulah dibutuhkan pula masukan bagaimana membangun LRT dengan layanan yang selamat, serta bagaimana pembangunan prasarana dan sarana dengan pemisahan penyelenggaraannya.

Ketua Umum Maska Hermanto Dwiatmoko mengatakan, transportasi perkeretaapian memang masih minim investasi. Hingga tahun 2030 dibutuhkan dana pembangunan dan pengembangan infrastruktur 67 miliar dollar AS. “Angkanya sangat tinggi, sehingga dibutuhkan investasi dari berbagai pihak, termasuk dari sektor swasta,” ujarnya.

Guna membantu pemerintah dalam edukasi dan inovasi terkini dari industri terkait, pameran dan forum internasional ini bisa menjadi peluang. “Dalam eksibisi ini kita bisa mengetahui inovasi dan teknologi terbaru yang dapat mengubah transportasi Indonesia lebih baik lagi,” ujar Baki Lee, Direktur GEM Indonesia.

Railway Tech menghadirkan pemain kelas atas di bidang perkeretaapian, seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Adhi Karya, Waskita, CRRC, SKF, LEN, Sony, Colas Rail, Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kereta Commuter Indonesia (KCI), INKA, dan KAI Logistik. (Imd)