Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Maret 2019 / 16:08 WIB

33 Juta Anak jadi Tumpuan Masa Depan Indonesia


JAKARTA, KRJOGJA.com - Setiap anak adalah bagian dari generasi penerus yang akan menentukan arah Indonesia kedepannya sehingga sumber daya manusia yang unggul akan membentuk negara yang bisa bersaing dengan negara lain. Karena itu, perlu adanya komitmen yang kuat dan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk mempersiapkan anak Indonesia sejak dini demi terciptanya generasi maju yang unggul dan berkualitas di masa depan.

Meida Octarina, MCN selaku Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) mengatakan anak yang sehat dan berkualitas merupakan harapan terbaik untuk masa depan sebuah bangsa. Sebagai kelompok populasi yang besar, lebih dari 33 juta anak Indonesia ini akan menjadi penggerak roda kemajuan kedepannya. 

"Dapat dibayangkan, seperti apa majunya Indonesia jika setiap anak dari jumlah tersebut memberikan ide, berinovasi, dan berkarya sesuai kemampuan terbaik mereka. Ada lebih dari 33 juta anak usia dini yang mendominasi piramida penduduk Indonesia saat ini," ungkap Meda.

Meida menjelaskan dukungan seluruh masyarakat mutlak diperlukan mengingat Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju di tahun 2045. Prediksi tersebut bukan tanpa perhitungan, riset terbaru menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diprediksi mencapai USD 10 triliun pada 2030 dan berada di peringkat ke-4 sebagai negara dengan perekonomian terbesar dunia. "Posisi tersebut akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu big emerging market di dunia. Harapan yang mengiringi usia 100 tahun Indonesia pada tahun 2045 tentunya harus diikuti dengan tumbuhnya generasi yang memiliki kualitas yang mumpuni. 

Fenomena Bonus Demografi, kata Meida juga harus dimanfaatkan dengan bijak agar anak Indonesia berkembang menjadi lebih berdaya dan produktif. Guna mengemban amanat ini pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, seluruh elemen masyarakat memiliki porsi masing- masing untuk memberikan dukungan, salah satunya dengan pemenuhan gizi anak dan jaminan akses untuk mendapatkan gizi yang optimal. "Kami mengapresiasi SGM Eksplor yang mencetuskan gerakan dukungan bagi 33 Juta Anak ini serta komitmennya yang konsisten selama ini dalam menyediakan produk bergizi yang terjangkau bagi anak Indonesia,” ungkap Meida Octarina.

Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo menjelaskan pada tahun ini prseroan  meluncurkan gerakan sosial ‘Aksi Nutrisi Generasi Maju’ untuk menggerakkan seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung akses pemenuhan nutrisi bagi anak-anak Indonesia. Karena itu, perseroan mengajak berbagai pihak bersama- sama mendukung 33 juta anak- anak Indonesia menjadi Generasi Maju. 

"Aspirasi kami adalah agar masyarakat menyadari bahwa anak- anak inilah yang nantinya akan menguasai bidang ekonomi, teknologi, dan berbagai sektor penting lainnya dan menentukan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan tentunya dukungan dalam pemenuhan nutrisi menjadi faktor penting bagi kemajuan mereka di setiap tahap tumbuh kembangnya" kata Astrid.

Dia menambahkan anak yang terlengkapi nutrisinya akan tumbuh menjadi anak yang sehat sehingga mampu mengembangkan potensi  mencapai prestasi, yang kemudian dapat mendorong kemajuan bangsa. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi nutrisi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pasar kerja suatu negara. Dimana kondisi nutrisi suatu negara dapat mempengaruhi 11%  PDB dan pendapatan pekerja hingga 20%. (*)