Olahraga Editor : Ivan Aditya Rabu, 20 Maret 2019 / 15:54 WIB

DIY Putar Liga Basket SD Rasa ‘IBL’

SLEMAN, KRJOGJA.com - DIY bersiap mengukir sejarah baru di kancah pembinaan bola basket dengan menggelar Liga Bola Basket Pelajar Jogja, 23-30 Maret 2019 di GOR Klebengan Sleman. Di kejuaraan tersebut, penyelenggara mempersiapkan standarisasi sesuai yang diterapkan di Indonesia Basketball League (IBL).

Ketua Panitia Penyelenggara, Tonggo Perdana dalam konferensi pers Rabu (20/03/2019) mengungkap kejuaraan tersebut dipastikan diikuti 10 tim putra dan 6 tim putri. Sistem pertandingan menggunakan model setengah kompetisi yang dinilai menambah pengalaman bertanding pemain.

“Tujuan utama liga ini adalah untuk pembinaan pemain basket DIY sejak dini, jadi pemain akan menghadapi pertandingan tidak hanya sekali langsung gugur kalau kalah tapi bertemu tim lain. Ini penting untuk pengalaman bertanding sampai nanti di level senior,” ungkapnya.

Sementara terkait peserta menurut Tonggo terdiri dari sekolah di wilayah DIY yakni 7 sekolah putra meliputi SD Al Azhar (2), Bopkri Gondolayu, Budi Mulya 2 (2), Budi Utama, Budyawacana, Muhammadiyah Sapen, Kalam Kudus dan Taruna Bangsa. 6 sekolah di putri yakni Al Azhar, Bopkri Gondolayu, Budyawacana, SD Muhammadiyah Sapen, Taruna Bangsa dan Budi Utama.

“Waktu pertandingan digunakan 4 x10 menit bersih, seperti kompetisi dewasa. Tujuannya untuk membiasakan situasi pertandingan yang sebenarnya bagi pemain. Termasuk statistik akan dihitung tidak hanya poin saja tapi detail seperti IBL, dan sepertinya ini pertama untuk sebuah kejuaraan setingkat SD,” sambungnya.

Sementara Andreas Chandra Wibowo, Sekum Perbasi DIY menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Liga Bola Basket Pelajar Jogja. Menurut dia, selama ini DIY mengalami ketinggalan dibandingkan daerah lain dari segi pembinaan.

“Adanya penyelenggaraan yang menggunakan sistem seperti profesional dengan waktu bersih dan statistik juga pertandingan setengah kompetisi memungkinkan pemain-pemain terbiasa dengan situasi yang sebenarnya. Nantinya di tingkat usia baik 16, 18 maupun senior akan menghadapi situasi pertandingan yang seperti itu jadi bisa membiasakan diri sejak dini. Ini menurut kami sangat baik,” terangnya.

Di kompetisi ini, penyelenggara mempersiapkan hadiah tabungan hingga Rp 4,5 juta bagi juara serta sepatu Peak bagi Most Valuable Player yang dinilai dari statistik keseluruhan. Kedepan, liga serupa diharapkan bisa rutin terselenggara untuk memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga basket DIY. (Fxh)