DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 20 Maret 2019 / 15:22 WIB

Siswa SMP Negeri di Yogya jadi Korban Kekerasan Oknum Guru

YOGYA, KRJOGJA.com - Seorang siswa salah satu SMP negeri di Kota Yogyakarta menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru di sekolahnya, Rabu (20/03/2019). Pelajar kelas VII berinisial AA tersebut ditendang oleh oknum guru lantaran terlambat dan dianggap nakal. Akibat kejadian itu AA mengalami trauma psikis dan enggan untuk sekolah.

Orangtua korban, Mn mengungkapkan peristiwa yang dialami anaknya itu terjadi pagi tadi. Oleh oknum guru tersebut AA ditendang pada tubuh bagian belakang dan mengenai pantatnya.

Mn mengetahui apa yang diamani anaknya itu setelah AA pulang dan menceritakan perihal yang terjadi di sekolah. Mendapat aduan dari anaknya, Mn segera mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan akan permasalahan tersebut.

“Saya langsung datang ke sekolah dan mendapatkan jawaban itu (adanya tindak penendangan). Awalnya tidak ada pernyataan maaf, baru saat saya akan pulang dari pihak sekolah menyampaikan maaf,” ungkapnya.

Warga Karanganyar Brontokusuman Mergangsan Yogyakarta ini menyesalkan atas apa yang dilakukan oleh oknum guru tersebut kepada anaknya. Menurut Mn jika anaknya dianggap bersalah, tidak seharusnya pihak sekolah maupun guru memberikan hukuman berupa tindakan fisik seperti itu.

“Saya mengatakan kepada pihak sekolah akan melaporkan permasalahan ini. Ini saya lakukan agar tindak kekerasan seperti itu tidak terulang lagi kepada anak saya atau siswa lain,” katanya.

Siang tadi Mn mendatangi gedung DPRD Kota Yogyakarta untuk melaporkan kepada wakil rakyat. Ditemui Pimpinan Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto SIP, ibu korban menyampaikan perihal peristiwa yang dialami anaknya.

Fokki Ardiyanto menilai tindak kekerasan di sekolah mencoreng citra dunia pendidikan, apalagi Yogyakarta merupakan Kota Pelajar. Menurutnya pendidikan berbasis pengembangan karakter dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan pedoman yang telah ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku.

Mendapat laporan tersebut Fokki Ardiyanto berjanji akan menindaklanjutinya dengan mengklarifikasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Hal itu supaya peristiwa serupa tidak terjadi lagi dalam dunia pendidikan di tanah air, khususnya Yogya. (Van)