DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Maret 2019 / 16:23 WIB

Menulis membutuhkan sensitivitas, kecerdasan dan kecermatan.

YOGYA, KRJOGJA.com - Menulis membutuhkan sensitivitas, kecerdasan dan kecermatan. 

"Menulis pada dasarnya sebagai keterampilan berbahasa tertinggi," ujar Dr Dedi Pramono MHum, Kepala Biro Mahasiswa dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kampus 2-B UAD, Jalan Pramuka, Sidikan Umbulharjo Yogya, Rabu (20/03/2019), saat membuka Pelatihan Penulisan Artikel Populer Tingkat Dasar. Pelatihan yang diikuti 17 Perguruan Tinggi (PT) di DIY menghadirkan narasumber Sudaryanto MPd (dosen PBSI-UAD) dengan moderator Danang Sukantar MPd (Kepala Pengembangan Mahasiswa Bimawa UAD).

Menurut Dedi Pramono, kemampuan menulis hadir dengan pelatihan dan pembiasaan srcara terus menerus menerus dengan pendekatan kontinuitas. "Bisa menulis harus dilatih secara kontiyu, terus-menerus," ucapnya. Pelatihan kali ini sebagai upaya mencipta agar mahasiswa memiliki produktivitas dan prestasi. 

"Produktivitas dan prestasi sangat dibutuhkan dalam menunjang karier masa depan. Kemampuan menulis bisa mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah/SKPI," tandasnya.

Dalam sambutan Dedi Pramono menyebutkan, pelatihan sebagai upaya penciptaan. Peserta pelatihan akan membuat jaringan yang lebih luas dari sekadar lingkup kampus. Pelatihan ini memilih tema 'Menjadikan Mahasiswa yang Terampil dalam Menulis Artikel sesuai Kaidah-kaidah yang Baik dan Benar'. (Jay)