DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 20 Maret 2019 / 10:11 WIB

Padi Siap Panen di Panjatan Kebanjiran

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sebagian besar luasan tanaman padi siap panen di wilayah Kecamatan Panjatan terendam luapan banjir dari Sungai Serang akibat jebolnya tanggul sungai di Pedukuhan Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Panjatan. Dari pemantauan di Kecamatan Panjatan, Selasa (19/03/2019), luapan banjir tidak hanya merendam tanaman padi yang siap panen, di persemaian dan benih yang sudah ditanam di persawahan.

Sebagian rumah warga seperti di Depok, Tayuban dan di wilayah Desa Panjatan juga ikut terendam air. Air mulai surut yang menggenangi rumah warga hingga ketinggian lutut orang dewasa atau sekitar 50 cm. Sedangkan luapan air yang menggenangi lahan pertanian masih sekitar 50 cm, setinggi tanaman padi yang siap dipanen dijadikan lokasi pemancingan dadakan.

”Sekitar satu minggu lagi panen tetapi tanaman padi kebanjiran. Masih bisa dipanen tetapi kualitas gabah kurang bagus. Setelah digiling menjadi beras mudah patah dan kehitam-hitaman,” ujar Suparno, salah seorang petani warga Depok 8, Desa Depok, Kecamatan Panjatan yang menanam padi di Bulak Cilik Tayuban.

Sementara sebagian tanaman padi ada yang roboh terkena arus air dan angin kencang. Buliran padi mulai menguning terendam. Benih di persemaian atau tanaman padi baru saja ditebar tidak terlihat tertutup air.

Petugas Penyuluh Pertanian, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Panjatan, Hari Subagyo dan Ichwanto mengungkapkan luas tanaman padi yang terendam luapan banjir dari Sungai Serang sekitar 696,2 hektare (ha). Tanaman padi siap panen yang terdampak banjir tersebar di wilayah Desa Garongan, Cerme, Krembangan, Depok, Bugel dan di Pleret.

Adapun luasan tanaman mencapai 458 ha. Ichwanto menjelaskan benih tanaman padi masih di persemaian seluas 9,2 ha di Bojong dan Bugel. Sedangkan tanaman padi umur muda seluas 229 ha di Cerme, Krembangan, Panjatan dan Kanoman.

”Sampai sekarang air masih merendam tanaman padi. Genangan air yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kualitas gabah,” tutur Heri Subagyo. (Ras)