Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Maret 2019 / 02:42 WIB

Akhirnya, GTT di Purbalingga Terima SK Pengangkatan


PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Kesabaran Guru Tidak Tetap di Purbalingga membuahkan hasil. Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan bagi 63 orang GTT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga koordinator wilayah Kecamatan (Korwilcam) Kalimanah di gedung serbaguna Dindikbud Korwilcam Kalimanah, Selasa (19/03). 

SK yang dibagikan terdiri guru kelas 47 orang, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)  3 orang dan guru Pendidikan Agama Islam 13 orang. Sebelum menyerahkan SK, Tiwi menyampaikan klarifikasi terkait lamanya penerbitan SK tahun 2019 hingga sempat menjadi polemik. 

Menurutnya, banyak hal dan juga berbagai pertimbangan yang membuatnya tidak segera menandatangani SK GTT tahun 2019. “Pertimbangan pertama terkait anggaran,” tutur Tiwi.

Pemkab Purbalingga harus mengucurkan Rp 24 Miliar untuk membiayai tenaga honorer di Purbalingga. Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018 Tentang Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) melarang Bupati mengangkat honorer dalam bentuk apapun. “Karena saya pro GTT, saya siap menanggung resiko ataupun sanksi kepada saya,” tegasnya.

Setelah menerima SK, lanjut Tiwi, secara resmi para GTT itu sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Purbalingga. Tiwi mengingatkan tiga fungsi utama ASN sebagai pelayan masyarakat, pelaksana kebijakan publik dan perekat pemersatu bangsa. “Sebagai aparat pemerintah harus bisa menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.  (Rus)