Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 19 Maret 2019 / 21:07 WIB

Bidik Devisa USD17,5 Miliar, Kmenpar-BI Siapkan 6 Langkah ini

JAKARTA, KRJOGJA.com Pada tahunb2019 ini jumlah wisatawan manca negara  diperkirakan 20 juta orang dengan perolehan devisa sekitar 17,6 miliar dolar AS. Untuk meningkatkan jumlah devisa negara ke Indonesia tahun 2019, Bank Indonesia bersama kementerian Koordiantor Kemaritiman dan Kementeri Pariwisata menetapkan enam langkah strategis.

“Untuk mendorong penerimaan devisa dan jumlah wisatawan 2019, ada 6 
langkah strategis yang kami ambil,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry 
Warjiyo usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) di Jakarta, Senin (18/3).

Menurutnya ke 6 langkah strategi kebijakan prioritas bersama untuk 
mencapai target devisa pariwisata 2019, pertama mempercepat penyelesaian beberapa proyek infrastruktur, seperti New Yogyakarta International  Airport (NYIA) di Yogyakarta dan akses pendukungnya. Kemudian runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rapidexit taxiway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan pengembangan jalan di  sekitar destinasi wisata.

“Percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut untuk 
meningkatkan aksesibilitas dan mendukung peningkatan jumlah kunjungan  wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Langkah ke dua yakni mendorong pengembangan atraksi wisata, melalui 
mengembangan pariwisata di daerah perbatasan (cross-border tourism) 
melalui penyelenggaraan sejumlah kegiatan wisata secara periodik. 
Pengembangan atraksi wisata ke arah quality tourism dengan menetapkan 
kapasitas daya dukung (carrying capacity) di daerah destinasi wisata.
Ketiga, meningkatkan kualitas amenitas di daerah destinasi wisata 
melalui upaya dengan memercepat pembebasan lahan untuk pengembangan  amenitas di Danau Toba dan Borobudur. Juga menyelenggaraan Program Indonesia Bersih untuk menjaga kebersihan 
dan kelestarian lingkungan di berbagai daerah destinasi wisata.

Serta Memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, termasuk 
ketersediaan fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM), kegiatan usaha 
penukaran valuta asing (KUPVA), operasional kanal pembayaran, serta 
pengembangan elektronifikasi transaksi pelaku pariwisata di destinasi 
wisata.

Keempat memperkuat promosi pariwisata nasional untuk meningkatkan lama  tinggal (length of stay) wisatawan mancanegara, antara lain melalui  promosi digital (marketplace), pengembangan paket wisata, perluasan bpaket promo wisata (hot deals) di destinasi wisata, serta promosi di  beberapa lokasi yang menjadi regional tourism hub.

Kelima mendorong investasi dan pembiayaan dalam pengembangan destinasi  wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta perbaikan dukungan data dan informasi, dengan menerbit publikasi standarisasi 
kegiatan usaha Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terkait aktivitas pariwisata.
 

Penerbitan petunjuk teknis (juknis) penyaluran kredit usaha rakyat 
(KUR) pariwisata untuk meningkatkan akses pembiayaan. Penyusunan kajian 
terkait insentif dan model pembiayaan untuk pengembangan destinasi 
wisata. Peningkatan kapasitas SDM di daerah destinasi wisata melalui 
pendidikan vokasi dan program sertifikasi di bidang kepariwisataan. 
Pengkinian data dan informasi pariwisata untuk identifikasi pola 
pengeluaran wisatawan mancanegara.
Serta m enyusun standar prosedur Manajemen Krisis Kepariwisataan dan 
membentuk forum Manajemen Krisis Kepariwisataan Daerah (MKK Daerah).
Selain keenam butir kesepakatan di atas, juga menyepakati untuk tetap 
melanjutkan komitmen pengembangan destinasi wisata dalam jangka menengah 
panjang, antara lain melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan atraksi pendukung, dan peningkatan kualitas amenitas optimalisasi  promosi dengan kanal media digital; serta fasilitasi kemudahan investasi 
dan peningkatan kualitas SDM.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan target 
penerimaan devisa tahun 3019 sebesar 17,6 miliar AS, lebih tinggi dari 
perolehan devisa tahun 2018 yang hanya 15,6 miliar dolar AS serat jumlah 
wisman 16 juta. Jadi tambahnya, sektor pariwisata ini menjadi sektor penerimaan nomor  satu di Indonesia. ( Lmg)