Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Maret 2019 / 04:14 WIB

162 Cakades Terpilih Jalani Orientasi Tugas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Calon kepala desa terpilih di 145 desa di Karanganyar diwanti-wanti mengelola anggaran secara normatif, tertib administrasi dan memberi contoh baik bagi warganya. Sanksi berat siap dijatuhkan bagi kades yang melanggar norma tersebut. 

"Kuncinya tujuh tertib. Berbagai anggaran dari pemerintah dikucurkan ke desa. Ini menjadi ujian bagi kades," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo kepada para kades di aula DPU-PR Karanganyar, Senin (18/3). 

Mereka saat menjabat kades nantinya, lanjut Suhartoyo, diminta menyusun laporan kegiatan sesuai kenyataan. Kemudian berkoordinasi ke aparat pengawas intern pemerintah (APIP) apabila merasa ragu dengan kebijakan desa. Kades bertanggungjawab penuh atas semua pengelolaan anggaran di desanya. 

"Tidak ada alasan kades tidak mengetahui jika nanti aparat mengusut perkara tertentu. Hati-hati dengan keuangan. Seluruh sumbangan dicatat. Aset tertib," katanya. 

Menurutnya, pemahaman kades terhadap UU perihal mutlak. Itu menjadi landasan perangkat desa dalam bekerja.  "Kudu dowo ususe. Tidak mudah marah tapi tegas. Menjunjung tinggi moralitas. Pesan saya, seriusi aturan pengelolaan Dana Desa, Anggaran Dana Desa dan keuangan lainnya. Fakta sudah banyak yang berperkara karena penyelewengan," katanya. 

Sebanyak 145 calon kades terpilih tersebut akan dilantik menjadi kades periode 2019-2025 pada Kamis, 21 Maret 2019. Dalam orientasi itu, mereka dipandu oleh aparat penegak hukum seperti Kapolres AKBP Catur Gatot Efendi, Dandim Letkol Inf Andi Amin Latama dan Bupati Juliyatmono. 

"Selamat telah memenangkan Pilkades. Anggap prosesnya menyenangkan. Jangan sampai nanti bermasalah di kejaksaan maupun kepolisian," katanya. 
Ia meminta para kades aktif berkomunikasi ke tim untuk semua problem yang dihadapinya.

Sebagaimana diberitakan, 145 desa menggelar Pilkades pada 20 Februari lalu. Mengenai oritentasi jelang pelantikan, calon kades terpilih Desa Suruhkalang, Jaten, Wawan Tohari mengatakan pertarungan pada pemilu di desanya merupakan pengalaman berharga bagi pria usia 28 tahun ini. Ia merupakan cakades terpilih berusia paling muda pada periode ini. 

"Masih butuh banyak pendampingan dan masukan dari para senior. Pilkades sudah berakhir. Mari sama-sama membangun desa. Kubu manapun akan saya rangkul kembali," katanya. (Lim)