DIY Editor : Agung Purwandono Selasa, 19 Maret 2019 / 06:08 WIB

Pertamina Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir dan Longsor di Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di beberapa wilayah Yogyakarta, Senin (18/3/2019). Bantuan berupa paket sembako, mie instan, air mineral, perlengkapan kebersihan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Penyerahan bantuan ini diserahkan oleh Senior Supervisor CSR & SMEPP MOR IV, Ujang Supriadi ke beberapa titik Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada di Kabu[aten Bantul, Kabu[aten Kulon Progo dan Kabupaten Gunung Kidul. 

"Bantuan terdiri 1 ton beras, 10 dus mie instan, 15 dus air mineral, perlengkapan kebersihan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya," kata Ujang Supriadi.

Andar Titi Lestari selaku Unit Manager Comm & CSR MOR IV berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini berada di posko-posko pengungsian.

“Sebagai aksi cepat tanggap, Pertamina menyalurkan bantuan sesegera mungkin ke titik bencana di Yogyakarta. Adapun bantuan yang kami distribusikan adalah kebutuhan pokok bagi pengungsi. Bantuan ini merupakan bentuk dari tanggung jawab Pertamina kepada lingkungannya, sudah seharusnya Pertamina MOR IV berupaya untuk turut meringankan beban warga yang terdampak musibah Banjir dan longsor di beberapa Wilayah Yogyakarta," ungkap Andar.

Berdasarkan hasil koordinasi antara Pertamina  dan BPBD DIY, titik bencana banjir dan longsor tersebar di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kulon Progo. Bencana banjir paling parah terjadi di Imogiri Timur, Kabupaten Bantul dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Adapun jumlah pengungsi di wilayah terdampak di tiga kabupaten tersebut mencapai 5000 warga. 

Syamsudin, selaku salah satu petugas BPBD Kulon Progo yang saat ini tengah bertugas di Posko BPBD  mengungkapkan, saat ini masih banyak pengungsi yang memutuskan untuk bertahan diposko pengungsian, hal tersebut dilakukan karena kondisi tanggul yang belum normal dan longsor yang hingga sampai saat ini tengah ditanggulangi.

“Khusus wilayah Kulon Progo. Jumlah pengungsi saat ini sekitar 450 orang dan masih bertahan di posko utama yaitu Stadion Cangkring Kulon Progo,” terang Syamsudin.

Andar menjelaskan bahwa bantuan sosial ini adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan komitmen Pertamina terhadap masyarakat.

"Komitmen dan TJSL dilaksanakan serta diwujudkan dalam berbagai kegiatan CSR. Kegiatan tersebut meliputi berbagai bidang diantaranya kesehatan, pendidikan, infrastruktur, lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan manajemen bencana. Kesemuanya merupakan komitmen Pertamina terhadap masyarakat" ujar Andar.

Disamping itu, Pertamina terus melakukan koordinasi dengan BPBD dan Pemerintah setempat terkait perkembangan bencana banjir dan longsor yang terjadi. Koordinasi tersebut menjadi penting karena merupakan landasan bagi Pertamina dalam menjalankan distribusi bantuan ke titik-titik wilayah yang terdampak bencana. (*)