Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 18 Maret 2019 / 16:30 WIB

Laju Pertumbuhan Penduduk di Solo Mendesak Dikendalikan

SOLO, KRJOGJA.com - Pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Solo hingga ke tingKat seminimal mungkin dirasakan sangat mendesak, sebab dikhawatirkan warga nantinya berdesakan di rumah susun (Rusun), hingga sulit mengatrol peningkatan kesejahteraan keluarga. Pasalnya, luas wilayah Kota Solo hanya 44,4 kilometer persegi, sementara jumlah penduduk telah mencapai sekitar 520 ribu jiwa.

Menjawab wartawan usai pembinaan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), di Balaikota, Senin (18/3), Walikota FX Hadi Rudyatmo, mengungkapkan, jumlah anak dalam satu keluarga, sebenarnya tak menjadi soal, kendati dalam program KB disemangati prinsip dua anak cukup. Persoalannya, justru pada penyiapan masa depan anak, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, pemenuhan kebutuhan papan, dan sebagainya, terkait luas wilayah kota sangat terbatas.

Jika laju pertumbuhan penduduk tak dikendalikan, bisa saja pemenuhan kebutuhan tempat tinggal mengandalkan sistem rumah susun, sebab hampir tak ada lagi lahan untuk membangun rumah tapak. Itu artinya, jelas walikota yang akrab disapa Rudy, upaya mengatrol kesejahteraan mereka relatif berat. Menjadi tugas seluruh elemen masyarakat, terutama kader PPKBD, untuk bersama-sama menekan laju pertumbuhan penduduk hingga level se kecil mungkin, dengan  cara menjaring akseptor KB sebanyak mungkin. Dia memproyeksikan, laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2021 mendatang dapat ditekan hingga 0,6 persen.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Purwanti menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk Kota Solo saat ini masih mencapai 1,22 persen, sehingga masih memerlukan kerja keras untuk menekan hingga angka 0,6 persen pada tahun 2021. Sedangkan angka kepesertaan KB aktif baru mencapai 64,77 persen. Karenanya, layanan KB kian dipermudah, bahkan berbagai fasilitasi disiapkan, termasuk pemberian insentif kepada peserta KB lestari senilai Rp 1 juta.

Dari total capaian peserta KB aktif sebesar 64,77 persen, tambah Purwanti, sejauh ini masih didominasi kaum perempuan, sedangkan peserta KB dari kalangan pria hanya sekitar 7,31 persen. Program KB selama ini memang masih dipandang sebagai dunia kaum perempuan, terkait jenis kontrasepsi sebagian besar diarahkan bagi kaum hawam sedangkan untuk kalangan pria sebatas penggunaan kondom dan operasi.

Bersamaan dengan pembinaan kader PPKBD tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga menyerahkan penghargaan bagi peserta KB dengan metode operasi, baik bagi pria maupun perempuan. Penghargaan seperti itu, diharapkan dapat meranagsang warga lain untuk mengikuti KB dengan metode serupa. (Hut)