DIY Editor : Agus Sigit Senin, 18 Maret 2019 / 15:48 WIB

Lomba Yel-Yel Meriahkan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Jogja

YOGYA, KRJOGJA.com - Heru Purwadi selaku Wakil Walikota Yogyakarta tak ingin merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan agenda bersih-bersih maupun kerja bakti. Karena kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang harus berlangsung tanpa peringatan apapun.

Oleh karena itu, puncak peringatan HPSN yang digelar pada Minggu (17/02) di Toegoe Jogja Festival, difokuskan pada upaya promosi dan deklarasi Jogja Bebas Sampah. Lomba yel-yel untuk anak Sekolah Dasar kemudian jadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat sadar akan kebersihan.

“Kalau dengan nyanyian (yel-yel), orang tertarik. Apalagi yang menyanyi anak SD, yang tua pasti tersentil. Saya optimis #TidakNyampahBisa tidak akan hanya jadi slogan, tapi akan terlaksana dan menular,” ujar Heru didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogya Ir. Suryana dan Direktur Utama Kedaulatan Rakyat dr. Gun Nugroho Samawi.

Dalam lomba yel-yel tersebut, Heru menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan total hadiah lima juta untuk lima tim yang berhasil menjadi pemenang. Mereka yang menang dinilai dari lagu serta relevansi dengan tema kegiatan untuk mengajak masyarakat lebih peduli tentang sampah.

“Termasuk lirik, pakaian, dan tariannya itu mengingatkan kita untuk peduli sampah. Misalnya dirangkai dari bahan daur ulang,” kisah Heru.

Dari rangkaian lomba dan penilaian tersebut, SDN Lempuyangwangi Yogyakarta keluar sebagai juara pertama. Dalam menyusun yel-yel, Sutji Rochayati selaku Kepala Sekolah mengisahkan bahwa diselipkan lirik tentang bagaimana menyalurkan sampah dari produk yang telah kita konsumsi.

Penyaluran sampah tersebut mulai dari memasukkan sampah ke beberapa jenis tempat sampah, lalu dikelola dan didaur ulang untuk jenis-jenis tertentu. Dalam mengakhiri yel-yel, juga diselipkan pesan tentang pentingnya mengolah sampah agar lingkungan bisa bersih dan sehat.

“Pembuatan yel-yel inti temanya tentang mengantisipasi sampah. Dengan guru pembimbing oleh Ibu Evi Gia Sofa dan Rita Purnasari, Alhamdulillah SDN Lempuyangwangi bisa memperoleh gelar juara dan menyuarakan peduli sampah,” pungkas Sutji. (KRA-02)