Jateng Editor : Agus Sigit Minggu, 17 Maret 2019 / 23:00 WIB

LONGSOR DAN TANAH BERGERAK DI SALAMAN

Di Borobudur, Longsor Timpa Dapur Rumah

MAGELANG, KRJOGJA.com - Bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang juga terjadi di lokasi lain, Minggu (17/3/2019). Bahkan longsor juga terjadi wilayah Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa warga juga ada yang mengungsi ke rumah warga lainnya.

 

Hal ini dibenarkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Magelang Drs Edy Susanto dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Pranowo kepada KRJogja.com secara terpisah, Minggu malam. Ini seperti yang terjadi di wilayah Dusun Kalisat Desa Paripurno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Material longsor menimpa tempat usaha pembuatan batu bata milik warga. Karena dikhawatirkan bisa berdampak pada bangunan rumahnya, Miftahuddin (40) dan keluarganya untuk sementara mengungsi ke rumah warga lain.

Longsor ini juga terjadi akibat turunnya hujan intensitas lebat di wilayah tersebut, Minggu (17/3). Akibatnya, tanah tebing tinggi sekitar 40 meter longsor. Dimensi longsoran panjang sekitar 15 meter, tebal material sekitar 5 meter. Longsor menimpa tempat usaha pembuatan batu bata milik warga, dan dapat mengancam bangunan rumah Miftahuddin yang ada di dekat bukit.

Gerakan tanah juga terjadi di wilayah Dusun Gorangan Desa Kalisalak Salaman, Minggu sore sekitar pukul 17.00. Akibat hujan yang berlangsung sejak Sabtu (16/3/2019) malam lalu hingga Minggu menyebabkan terjadi pergerakan tanah. Rumah bagian tengah milik Rina (42) ambles dan mengalami pergeseran beberapa sentimeter. Rumah ini kosong, karena pemiliknya berada di Jakarta.

Di Dusun Brodan Desa Kalisalak Salaman Magelang juga terjadi longsor, yang terjadi Minggu sore sekitar pukul 17.00. Longsor terjadi di 2 titik, satu titik pada sebuah tebing tinggi sekitar 7 meter dengan lebar 4 meter, material longsor menutup akses jalan antara Dusun Brodan dan Gumuk dengan ketebalan material sekitar 2 meter. Satu titik lagi di sebuah tebing tinggi sekitar 4 meter, panjang sekitar 7 meterm, lebar 1,5 meter dan tebal tumpukan material longsor sekitar 2 meter, yang dapat mengancam rumah warga yang berjarak sekitar 2 meter. Selain itu juga dapat mengancam jalan desa yang ada di bagian atasnya.

Di wilayah Kecamatan Borobudur Magelang, longsor terjadi di wilayah Dusun Tanjung Desa Ngadiharjo Borobudur pada Minggu (17/3/2019) petang sekitar pukul 18.00. Akibat hujan turun intensitas sedang hingga lebat, tanah tebing tinggi sekitar 8 meter longsor panjang sekitar 10 meter. Material longsor mengenai bagian dapur rumah Ambal (55). Pada tebing tersebut juga terdapat tiang listrik, jaraknya sekitar 5 meter dari rumah Ambal, yang posisinya sudah doyong atau miring. Minggu malam Ambal dan keluarganya mengungsi ke rumah warga lain. (Tha)