Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 17 Maret 2019 / 21:42 WIB

KRT Agus Istijanto Nagoro Menang Lomba Puisi Esai ASEAN 2019

SOLO, KRJOGJA.com - Penulis sastra asal Solo, Kamerad Kanjeng alias Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Agus Istijanto Nagoro (57)  menyabet kejuaraan sebagai Pemenang I Hadiah Penghargaan dalam Lomba Puisi Esai ASEAN di Malaysia tahun 2019, Minggu (17/3/2019).

Alumni  Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini merasa bangga bisa tampil memukau bersaing dengan 162 penulis lainnya dari berbagai negara ASEAN  .

Menurut Agus lomba puisi esai kali ini cukup berat karena harus bersaing dengan para penulis esai melayu dari negara jiran Malaysia. " Namun agaknya para juri menangkap nuansa berbeda dalam karya puisi esai yang berjudul Loma Linda."paparnya.

Loma Linda berkisah tentang seorang Vietnam ( Lo Dong ) mantan manusia perahu yang terdampar di pulau Galang, Riau. Bertaruh nyawa dan harta menghindari komunis di tanah airnya, pergi ke surganya kapitalis, Amerika Serikat. Mengejar mimpi jadi kapitalis kaya raya. Tapi kenyataan hidup menghempaskanya menjadi seorang satpam yang hidup pas pasan di Loma Linda, California Amerika Serikat.

"Loma Linda memberi pesan, betapa jua pun buruknya situasi, tidak pernah cukup sebagai alasan untuk berhenti mencintai tanah air dan meninggalkannya."ujar Agus.

Menyinggung keberadaan puisi esai, Kamerad Kanjeng menjelaskan,  puisi esai merupakan satu genre (gagrak) baru dalam jagad sastra Indonesia yang sedang 'lesu darah' dalam 2 - 3 dekade (dasa warsa ) terakhir. "Kemunculannya sempat menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat sastra Indonesia," ujarnya. 

Agus menambahkan puisi esai merupakan puncak pertarungan pemikiran seni untuk seni versus seni untuk rakyat, yang berlanjut menjadi pertarungan Lekra versus Manikebu, berkembang menjadi pertarungan sastra kontekstual versus sastra konvensional atau sastra terlibat versus sastra bunga, perpanjangan pertarungan sastra kiri versus kanan.

"Puisi esai menemukan formulasinya yang komperehensif mengakhiri berbagai kontro versi tersebut di atas dari dekade ke dekade," papar  Agus Istijanto.

Dalam Lomba bertema Potret Batin Hubungan Kemanusiaan Negara-negara ASEAN sebagai Pemenang I Hadiah Utama adalah Dhenok Kristianti (Indonesia). Pemenang-pemenang lain, Hajah Rubiah Nordin dari Malaysia (Pemenang II Hadiah Utama), dan Handry TM dari Indonesia (Pemenang II Hadiah Utama).

Lalu, Abdulah Wanahmad dari Thailand (Pemenang II Hadiah Penghargaan), Isbedy Setiawan dari Indonesia (Pemenang III Hadiah Penghargaan), dan Hussain Rahman dari Brunei Darusalam (Pemenang IV Hadiah Penghargaan).

Serta Fajar Mesaz dari Indonesia (Pemenang V Hadiah Penghargaan), D Kemalawati dari Indonesia (Pemenang VI Hadiah Penghargaan, dan Norhayati Tasif dari Malaysia (Pemenang VII Hadiah Penghargaan).- (Hwa)