Jateng Editor : Agus Sigit Minggu, 17 Maret 2019 / 20:10 WIB

Cari Prajurit Keluyuran, PM Gelar Operasi Gaktib Malam

SEMARANG, KRJOGJA.com - Denpom IV/5 Semarang, Sabtu (16/3) menggelar Operasi Penegakan Hukum, Disiplin dan Tata Tertib (Gakkumplintatib) dengan sasaran para prajurit TNI yang berkeliaran tempat-tempat hiburan malam. Operasi Gakkumplintatib ini digelar secara besar-besaran melibatkan Provoost Satuan Kodim 0733 BS Semarang, Yonif Raider 400/Banteng Raiders dan Yon Arhanud 15.

Menyisir 10 tempat hiburan malam diskotik dan tempat-tempat karaoke yang tersebar di seluruh penjuru Kota Semarang, petugas gabungan Polisi Militer dan Provoost Satuan yang membagi dalam dua tim tidak menemukan satu pun prajurit TNI yang kedapatan berada di tempat hiburan malam lepas pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dinihari. Namun dalam pelaksanaan operasi menemukan banyak WNA dari China dan Korea berada di tempat-tempat hiburan karaoke. Dengan sopan petugas gabungan pun memeriksa identitas seluruh tamu undangan untuk memastikan ada-tidaknya prajurit tentara di lokasi hiburan tersebut.

"Semua kami periksa surat-suratnya untuk memastikan ada-tidaknya prajurit TNI di lokasi hiburan. Semua itu merupakan protap dalam operasi pencarian obyek pelanggaran. Ketika kami datang meskipun dadakan perlu sampaikan ijin pemeriksaan kepada pihak pengelola. Mereka jugalah yang menyampaikan kepada tamu untuk berkenan diperiksa. Kami hanya mencari prajurit yang melanggar Hukum, Disiplin dan Tata Tertib TNI", ungkap Mayor CPM Sukoco, Pasi Penegakan Hukum Denpom IV/5 Semarang.

Sementara Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang Mayor CPM Okto Femula yang menyertai pelaksanaan Operasi Gaktib malam hari menandaskan, petugas gabungan tak menemuka adanya prajurit TNI yang berada di lokasi hiburan malam. "Rasanya sekarang ini jarang ditemui adanya prajurit TNI yang keluyuran di tempat hiburan malam. Operasi yang kami gelar sangat rahasia dan dadakan ini pun tak menemukan satupun prajurit. Kami menilai trend prajurit keluyuran di tempat hiburan malam makin berkurang. Bisa saja ini karena pengaruh pembinaan komandan satuan masing-masing dalam membangun tingkat kesadaran dalam berdisiplin, taat dan patuh terhadap hukum militer yang berlaku", ungkap Mayor CPM Okto Femula.

Apapun hasilnya dari pelaksanaan Operasi Gaktib malam hari akan dilaporkan ke Komando Atas sebagai bahan laporan dan evaluasi. Pihaknya berharap pada setiap prajurit TNI di wilayah Denpom IV/5 Semarang untuk tetap mempertahankan kondisi Semarang dalam point zero pelanggaran militer. "Disiplin harus tetap menjadi nafas prajurit TNI. Dengan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum dan tata tertib, maka TNI akan kuat dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia", pesan Okto Femula. (Cha)