DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 17 Maret 2019 / 15:11 WIB

KLHK Ajarkan Pendidikan Lingkungan Lewat Permainan

YOGYA, KRJOGJA.com – Mengenalkan lingkungan kepada anak dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti halnya permainan. Begitu pula langkah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 2008.

Konsep pendidikan dan hiburan itu dibungkus melalui mobil Model Edukasi Pendidikan Lingkungan Keliling (Modulling). Saat dibuka, mobil berwarna hijau tersebut berisi beragam jenis buku, brosur informatif, permainan, hingga televisi untuk menonton film pendidikan.

Nyatanya, kemasan tersebut pun berhasil menarik minat anak-anak dalam mempelajari lingkungan. Cuaca mendung tidak menyurutkan niat bocah untuk mengunjung mobil modelling. Bahkan, dibawah rintikan hujan yang mulai turun itu masih tampak seorang anak dengan riang gembira bermain ular tangga khusus berukuran 1,5m x 1,5m.

“Permainan ular tangga ini sederhana, anak-anak tinggal bermain seperti biasa. Ketika si pemain masuk di angkanya nanti petugas kami memberikan pertanyaan terkait lingkungan dan dijawab oleh peserta,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Sugeng wahyono (46) kepada KRJOGJA.com.

Tidak hanya ular tangga, mobil modelling juga menyediakan permainan egrang, bakiak, dan holahop. Menurut Sugeng, melalui permainan-permainan lah pihaknya dapat  membimbing anak-anak terkait budaya dan lingkungan.

Setelah peserta menuntaskan permainan, mereka pun mendapatkan bingkisan dari KLHK DIY. Souvenir tersebut berbentuk botol minum yang dapat digunakan berulang kali.

“Souvenirnya tumbler, ini juga untuk mengurangi sampah plastik dan bentuk dukungan pemerintah dalam program Indonesia Bebas Sampah Plastik 2025,” tuturnya di mobil modelling yang tengah meramaikan puncah Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di jalan Margo Utomo, Minggu (17/03/2019).

Sugeng menambahkan, konsep ini memang secara khusus dihadirkan oleh KLHK DIY. Tidak main-main, tim khusus pun dibentuk untuk mengembangkan dan menyuksesekan mobil modelling.

“Semuanya digarap oleh tim kreatif gerakan aksi untuk lingkungan atau biasa disebut Gaul. Disini kami berjuang bersama untuk mengajak seluruh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk lebih peduli lingkungan,” paparnya.

Salah satu peserta permainan, Alan (10) mengaku sangat senang dengan permainan yang ada. Terlebih ia juga mendapatkan bingkisan menarik. “Senang, main ular tangga sambal jawab pertanyaan terus pulangnya dapet hadiah,” ungkapnya sembari tersenyum bahagia. (KRA-01)