Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 18 Maret 2019 / 09:10 WIB

Talud Kritis Ancam Makam Leluhur, Pemdes Klodron Inginkan Normalisasi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bendungan, Desa Klodran, Colomadu tergerus aliran Kali Pepe. Sebagian jenazah yang dikubur di tepian tebing telah dipindahkan sebelum ambrol. 

Kades Klodran, Warsito mengatakan sebagian besar kuburan yang berada di tempat berjauhan dari bibir tebing, relatif aman. Namun, ia menghitung terdapat 25 kuburan yang berposisi di bibir tebing, rawan longsor ke sungai. TPU Bendungan itu berada di Dusun Bendungan Rt 04/Rw VI. Saat ini, lima kuburan dipindah secara mandiri oleh ahli waris. Lima kuburan itu sudah ambrol sebagian dan melorot. 

"Penyebabnya itu pekerjaan dari PSDA yang belum selesai. Di tebing bantaran, ditanggul. Mulainya di roto dulu, ternyata proses itu tidak sampai ke makam. Setahu saya, alasan mereka karena anggaran kurang. Setelah setahun setelah mandek, mulai terjadi pengikisan di tebing makam," katanya kepada wartawan, Minggu (17/3). 

Puncak kekhawatiran ahli waris pada musim penghujan tahun ini. Banjir di Kali Pepe memicu retak di fondasi. Pemerintah desa telah melayangkan surat ke PSDA Provinsi Jawa Tengah terkait kondisi tersebut. Pemdes Klodran mendesak normalisasi Kali Pepe di tebing TPU Bendungan dilanjutkan.  "Dua kali kami mengirim surat, belum direspons," katanya. 

Pemdes Klodran sempat berencana mengeruk pendangkalan di badan sungai untuk mengurangi sedimentasi bantaran. Cara tersebut membutuhkan peralatan mesin mekanik. Setelah dihitung, kemampuan keuangan desa tidak mampu menyewanya. 
"Alat berat backhoe dan truk sewanya Rp 30 juta. Mahal. Kami enggak sanggup," jelasnya. (Lim)