DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 17 Maret 2019 / 11:31 WIB

Giliran Tiga Warga Pakualaman Tewas Usai Menenggak Miras

YOGYA, KRJOGJA.com - Minuman keras (miras) maut kembali merenggut nyawa warga Yogyakarta. Jika sebelumnya kasus tewas usai pesta miras terjadi di Tegalrejo, kini kejadian serupa menimpa tiga orang warga Pakualaman. Seorang korban tewas di rumahnya, sedangkan dua lainnya meregang nyawa di rumah sakit.

Korban tewas masing-masing Kusmedi (50), Ari Prabowo (31) dan Kustanto (46) ketiganya warga Jagalan Purwokinanti Pakualaman. Ketiganya diketahui sebelumnya menggelar pesta miras di kawasan bantaran Sungai Code wilayah Jagalan lima hari berturut-turut sejak Sabtu (09/03/2019) hingga Rabu (13/03/2019) lalu.

"Usai pesta miras mereka merasa pusing. Dua korban sempat dibawa ke rumah sakit, seorang meninggal dunia di rumahnya," ungkap Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini kepada KRJOGJA.com, Minggu (17/03/2019).

Kusmedi menjadi korban pertama yang tewas, ia meregang nyawa di rumahnya pada Rabu (13/03/2019). Sehari kemudian giliran Ari Prabowo yang tewas dan disusul Kustanto pada Sabtu (16/03/2019) kemarin, nyawa keduanya tak tertolong walau telah sempat mendapatkan perawatan di RS Jogja (RSUD Yogyakarta).

Polisi masih menyelidiki jenis miras dan tempat para korban membeli minuman haram tersebut. Namun petugas menduga miras maut yang menewaskan korban itu merupakan jenis oplosan.

"Anggota telah memeriksa lokasi TKP yang dipakai minum. Di sana sudah bersih dan tidak ditemukan adanya barang bukti bekas botol minuman," tegas Kapolresta.

Armaini memastikan para korban miras di Pakualaman ini tak berhubungan dengan kasus yang terjadi di Tegalrejo. Walau waktunya hampir bersamaan namun para korban bukan merupakan kelompok yang menggelar pesta miras di satu tempat sama.

Sedangkan untuk dugaan asal miras tersebut apakah diperoleh dari penjual yang sama, Armaini menegaskan hal itu hingga kini masih dalam penyelidikan anggotanya. Petugas masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, pasalnya pembeli miras dari kedua kasus tersebut sama-sama telah meninggal dunia.

"Kami masih mengembangkan apakah ada kesamaan jenis maupun asal miras diperoleh dalam kasus yang di Tegalrejo maupun di Pakualaman ini. Keterangan langsung tidak bisa diperoleh karena yang membeli sama-sama telah meninggal dunia," jelasnya. (Van)