DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 17 Maret 2019 / 14:35 WIB

Masalah Kemiskinan Dipecahkan Bersama

BANTUL, KRJOGJA.com - Masalah pokok di DIY soal kemiskinan. Adanya kemiskinan harus dipecahkan bersama-sama. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa menjadi alat untuk memecahkan kemiskinan secara bersama-sama. Dari koperasi bisa pinjam uang-modal untuk usaha, bukan untuk kepentingan konsumtif.

Demikian diungkapkan  Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah/UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul Drs Agus Sulistiyana MM saat memberi sambutan Pelantikan Pengawas dan Pengurus periode 2019-2021 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) 'BMT Sabilul Muhtadin' di Masjid Al Muhtadin Plumbon Banguntapan Bantul, Minggu (17/03/2019). Tampak hadir dan memberi sambutan Drs KH Masharun Ghazalie MM (Ketua Yayasan Sabilul Muhtadin), Drs H Elvy Effendie Apt MSi (Ketua Pengurus BMT Sabilul Muhtadin).

Menurut Agus Sulistiyana, koperasi di Bantul ada sekitar 400 koperasi. Dari jumlah tersebut ada 153 tidak sehat. "KSPPS Sabilul Muhtadin ini termasuk 20 koperasi sehat dan baik di Bantul," ujarnya. Meski demikian kalau koperasi ingin tetap eksis di tengah-tengah masyarakat harus mengikuti perkembangan zaman. Dalam era revolusi industri 4.0, koperasi perlu menggunakan teknologi informasi. "Era digital juga harus menggunakan aplikasi untuk memudahkan anggota simpan-pinjam dana atau layanan lain," harapnya. 

Sedangkan Drs KH Masharun Ghazalie dan Drs Elvy Effendie Apt MSi dalam sambutan secara senada mengatakan, kehadiran KSPPS-BMT Sabilul Muhtadin sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Baik segi ekonomi, sosial dan kesejahteraan umat. Koperasi itu milik bersama, maka perlu dibesarkan bersama-sama. Pada akhirnya, 
semua keuntungan akan kembali ke anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) saat Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Munawar B SAg (Manager BMT Sabilul Muhtadin), Mahrul Afandi SHum (Ketua Panitia) mengatakan, dalam momentum tersebut dilakukan tasyakuran harlah XIII KSPPS-BMT Sabilul Muhtadin dengan pemotongan tumpeng serta pengajian harlah dengan pembicara Drs H Irfan Haris. 

Munawar B menyebutkan, pengawas dan pengurus periode 2019-2021 yang dilantik. Pengawas: Dewan Pengurus: Drs KH Masharun Ghazalie MM (Ketua), Drs H Harsoyo MSi (anggota), Dr Nur Kholis MAg (anggota). Pengawas Management, HM Sudarno SIP MSi (Ketua), H Martono S Akt MM (anggota). Pengurus, Drs H Elvy Effendie Apt MSi (Ketua), Sutantyo SH (Wakil Ketua I), Hj Fachritah MD (Wakil Ketua II), drg Hj Hartati Suproyo (Sekretaris I), Akhmadi (Sekretaris II), Drs Bajuri (Bendahara I) dan Tri Sudarti (Bendahara II).(Jay).