Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 17 Maret 2019 / 18:30 WIB

Perangkat Desa di Banyumas Gagal Ikut Apel Kebangsaan, Ini Sebabnya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com - Ribuan Perangkat Desa (Perdes) yang terdiri kepala desa dan stafnya, asal Kabupaten Banyumas Minggu (17/3/2019) gagal menghadiri acara 'Apel Kebangsaan' yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Mereka gagal berangkat ke Semarang setelah 20 bus yang dicarter oleh Pemprov Jateng melalui salah satu event organizer (EO) untuk menjemput tidak datang ke Gor Satria Purwokerto tempat Kades dan Perdes berkumpul."Sabtu malam dari pukul 21.00  hingga Minggu (17/3/219) pukul 00.30 bus yang ditunggu tidak datang. Sehingga Perdes dan Kades pulang setelah ada intruksi," kata Sunar (49) Perangkat Desa Kedungmalang, Sumbang.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyumas, Setya Rahendra, saat dikonfirmasi membenarkan gagalnya kades dan perdes asal Banyumas untuk menghadiri 'Apel Kebangsaan 'di Semarang.

Menurutnya kegiatan 'Apel Kebangsaan'  diselenggarakan oleh Pemprov Jateng, sehingga angkutan bus yang menjemput juga menjadi tanggungjawab Pemprov Jateng malalui Bakesbangpol Jateng."Yang nyarter bus dari Pemprov Jateng melalui EO," kata Setya Rahendra.

'Apel Kabangsaan' yang digelar di sepanjang Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, Simpanglima, hingga Jalan Ahmad Yani Semarang dan bertema 'Kita Merah Putih' itu ditargetkan diikuti 130 ribu orang ber-dress code merah putih, yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, dan terbuka untuk umum.

Kegiatan ini digelar diharapkan untuk menggelorakan semangat nasionalisme.Apel Kebangsaan ini akan melibatkan seluruh komponen yang ada di Jateng, seperti santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa.

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan berorasi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).(Dri)