DIY Editor : Agus Sigit Minggu, 17 Maret 2019 / 00:15 WIB

Story-Selling, Cara Kreatif Bikin Promosi Lebih 'Soft'

SLEMAN, KRJOGJA.com - Masifnya iklan di media daring kini membuat orang menjadi antipati. Namun bukan berarti tak ada ruang bagi para UMKM untuk mempromosikan produknya.

Salah satu alternatif strategi promosi menarik minat konsumen selain hard selling atau berjualan langsung bisa dilakukan melalui Story-selling. Story-selling mampu mengemas pesan promosi menjadi lebih 'soft' dan menyentuh perasaan pembaca iklan sehingga mampu mendorong minat terhadap produk.

“Harapannya dengan ?story-selling, ?akan lebih efektif jika dibandingkan dengan sekedar menulis status di media sosial atau beriklan konvensional sehingga peluang closing juga semakin besar,” kata Agung Purwandono selaku Pemimpin Redaksi KRJOGJA.com dalam Webseries Website Sharing Session di Niagahoster Yogyakarta, Kamis (14/01).

Didepan puluhan pengusaha UMKM binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Yogyakarta, dikatakan dalam story selling, kisah yang diceritakan bisa berupa sisi humanis dari produk yang hendak dipasarkan. Misalkan ketika memasarkan sepatu, maka yang dijadikan bahan promosi adalah bagaimana sepatu tersebut begitu asyik jika dipakai mendaki gunung. Atau bisa tentang pentingnya memakai alas kaki, lalu disisipi ajakan untuk menggunakan produk sepatu yang dipasarkan.

“Tujuannya jelas untuk menambah value produk dalam copywritting dengan kemasan story selling tanpa ada kesan memaksa calon buyer,” ungkap Agung.

Sofal selaku Community Relations Officer Niagahoster menambahkan, media website bisa jadi sarana efektif untuk melakukan story-selling. Karena ?Website memuat lebih banyak informasi dan pemilik ?website b?ebas berkreasi dan bercerita tentang produknya.

Saat ini, telah terdapat banyak cara bagi pemilik bisnis untuk memaksimalkan bisnisnya melalui website. Bisa dengan membuat website sendiri, menggunakan wordpress dan blog, hingga mempercayakan pembuatan website kepada pihak ketiga.

“Sehingga kita ingin mengubah persepsi UMKM bahwa mengelola ?website ?itu sulit dan memerlukan kemampuan teknis yang tinggi. Story selling bisa ditulis di sana dan lebih efektif,” pungkas Sofal. (KRA-02)