DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 16 Maret 2019 / 17:10 WIB

Penembakan Selandia Baru, Komisi I DPR Sampaikan Duka Mendalam

YOGYA, KRJOGJA.com - Penembakan di sebuah Masjid, Queensland Selandia Baru yang menewaskan 49 orang Jumat (15/03/2019) kemarin menjadi duka dunia. Konten video dan foto yang sengaja dibuat pelaku penembakan viral tersebar termasuk di Indonesia.

Jutaan orang lantas ikut menyebarkan baik melalui media sosial maupun grup-grup aplikasi pesan singkat. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengeluarkan himbauan agar warganet tidak ikut menyebarkan konten yang memilukan sekaligus sadis tersebut.

Menanggapi hal ini anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan permintaan agar seluruh pihak termasuk pemerintah, tokoh politik dan masyarakat bersikap bijak dalam memposisikan diri. Menurut dia, masyarakat hanya terbawa kesedihan lantaran insiden penembakan brutal tersebut terjadi hingga akhirnya membagikan konten tersebut di media sosial.

“Umat Islam merasa seperti satu tubuh, jika yang satu sakit, maka semua akan merasakan hal yang sama. Harapan kami semua pihak bisa memahami dan tidak buru-buru memberlakukan UU ITE bagi yang menyebar konten ini,” ungkapnya, Sabtu (16/3/2019).

Terorisme menurut Sukamta benar-benar tindakan yang tak manusiawi sekaligus menegaskan tidak berkonotasi dengan agama tertentu. “Terorisme juga musuh kemanusiaan dan musuh negara, sehingga terorisme tidak boleh hidup di tengah masyarakat. Karena itu kami mendorong semua tokoh agama dan negara untuk bersatu melawan terorisme baik teroris individual, kelompok apalagi terorisme negara," tegas legislator wakil DIY ini.

Secara khusus, Sukamta menyampaikan dukacita mendalam pada para korban yang mana terdapat pula warga negara Indonesia. Komisi I berharap, pemerintah Selandia Baru segera mengusut tuntas teror menyakitkan tersebut hingga tuntas ke akarnya.

“Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi para korban, semoga arwah para korban yang tewas mendapat pahala syahid, dan keluarga yang ditinggalkan Diberi ketabahan. Terkhusus untuk korban dari Yogyakarta, saudara Zulfirmansyah dan anaknya yang menjadi korban penembakan dan tengah dirawat di rumah sakit semoga segera pulih kembali,” pungkasnya. (Fxh)