DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 16 Maret 2019 / 10:30 WIB

1.013 Kasus TBC Ditemukan di Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman selama tahun 2018 menemukan 1.013 penderita Tuberculosis (TBC). Sedangkan untuk kesuksesan dalam pengobatan sekitar 94,3 persen dari 959 penderita TBC.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr Novita Krisnaeni MPH menjelaskan, selama tahun 2018 pihaknya ditarget dapat menemukan 890 penderita. Namun hingga akhir tahun, pihaknya justru mampu menemukan 1.013 penderita TBC.

"Dari total penderita TBC yang kami temukan, baru sekitar 986 penderita yang masuk dalam aplikasi. Sedangkan sisanya masih dalam proses pendataan di aplikasi," jelas Novita didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dulzaini SKep.

Bagi penderita TBC, selama pemeriksaan dan pengobatan tidak dipungut biaya karena sudah dibiayai oleh pemerintah. Setiap penderita tidak boleh putus minum obat selama 6 hingga 9 bulan. Jika pengobatannya terputus-putus atau tidak rutin, akan menyebabkan resisten terhadap obat.

"Pemeriksaan dan pengobatan bisa dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit. Minum obatnya harus rutin selama pengobatan," ungkapnya.

Adapun ciri-ciri penderita TBC di antaranya, batuk berdahak lebih dari 2 minggu, berat badan turun, keringat pada malam tanpa aktivitas, nyeri dada, batuk berdarah, sesak nafas, nafsu makan kurang dan lainnya. Sedangkan untuk pencegahannya, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), jika batuk memakai masker, tidak sembarangan meludah dan lainnya.

"Penularan penyakit TBC ini bisa melalui udara. Makanya kalau batuk ditutup dan jangan sembarangan meludah. Kemudian berpola hidup sehat dan istirahat cukup untuk pencegahannya," tuturnya.

Disinggung tentang kesembuhan penderita, Novita menuturkan, pengobatan selama tahun 2017 kemarin ada sekitar 959 orang. Dari jumlah tersebut, sembuh atau selesai pengobatan sekitar 94,3 persen dan meninggal dunia 1,7 persen.

"Padahal saat itu target kami tingkat kesembuhan 90 persen. Tapi alhamdulillah bisa melampaui target," tuturnya. (Sni)