DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 15 Maret 2019 / 18:39 WIB

Pemilukada Bantul Dianggarkan Rp 29,1 M

BANTUL, KRJOGJA.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul telah menyelesaikan penyusunan anggaran bagi Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Bantul. Pemilukada yang rencananya digelar pada 2020 mendatang ini dianggarkan Rp 29,1 miliar.

Divisi Perencanaan Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Arif Widayanto mengatakan jika dibandingkan dengan anggaran Pemilukada Bantul 2015 lalu anggaran Pemilukada pada 2020 lebih besar. Pada 2015 lalu anggaran Pemilukada sebesar Rp 18,6 miliar. "Dibandingkan tahun 2015 lalu anggaran Pemilukada 2020 naik Rp 11 miliar,” kata Arif di ruang kerjanya, Jumat (15/03/2019).

Dijelaskannya komponen anggaran yang paling besar memakan pendanaan terletak di badan ad hoc, yakni pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS). Arif memperkirakan pembentukan badan ad hoc ini menyerap total dana hingga mencapai Rp 20 miliar. “Sisanya digunakan untuk logistik dan pengadaan kotak suara yang berjenis karton," jelasnya.

Dijelaskan Arif, usai mendapat perkiraan anggaran Pemilukada yang rencananya akan dilangsungkan pada Oktober 2020 mendatang. Selanjutnya KPU akan segera sampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sekda Bantul, agar dianggarkan pada APBD 2020.

Sementara itu pelaksaan Pemilukada diperkirakan memakan waktu selama 10 bulan yang akan dimulai pada Februari 2020. Mengacu pada DPT saat ini, kemungkinan pemilih Pilkada mencapai 707.000 orang dengan jumlah TPS mencapai 1. 800 TPS.

Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Bantul Amir Syariffudin berharap pelaksanaan Pemilukada pada 2020 mendatang dapat berlangsung bersih, lancar dan aman. Ia optimis pelaksanaan Pemilukada 2020 mendatang lebih bersih dari money politik, pasalnya berdasarkan pengalaman dari pelaksanaan Pemilukada sebelumnya beberapa kawasan sudah mendeklarasikan anti politik uang.

"Masyarakat trauma dengan lurah yang terpilih dari hasil money politik akan golek balen. Masyarakat harus tetap menjaga ketentraman dan kerukunan meski pilihan berbeda,” tegasnya. (Aje)