Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 15 Maret 2019 / 22:10 WIB

Datangi Lokasi Serangan Kera Liar, Kapolres Cari Solusi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi datangi wilayah terdampak serangan kawanan kera liar di Dukuh Jatirejo RT 3 RW 9 dan Dukuh Kerten RT 2 RW 7 Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu. Serangan semakin ganas dan meresahkan warga sehingga pihak Polres Sukoharjo terpaksa turun tangan untuk membantu mencari solusi. 

Saat datang kapolres melakukan dialog langsung dengan warga dan pengurus RT dan RW setempat. Selain itu juga berkomunikasi dengan perangkat Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu mencari informasi berkaitan dengan kejadian dan solusi penanganan serangan kawanan kera liar. 

Serangan kawanan kera liar terjadi di wilayah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu sudah terjadi sekitar tiga bulan. Warga sudah sering mengeluhkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa. Namun sampai sekarang belum ada cara penanganan dan serangan semakin ganas. 

“Sengaja turun ke lapangan dengan mendatangi lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya karena sudah ada keresahan warga terkait serangan kawanan kera liar di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu,” ujarnya. 

Warga resah karena kawanan kera liar menyerang sampai masuk ke rumah warga. Selain itu juga merusak tanaman pangan milik warga di perkebunan. Warga berharap agar serangan kawanan kera liar bisa segera berhenti. 

“Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk menghentikan serangan kawanan kera liar,” lanjutnya. 

Langkah tersebut seperti mendatangkan Suku Badui dari Banten seperti pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Suku Badui memiliki peran sangat penting bagi warga Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu dalam mengatasi serangan kawanan kera liar. Kera liar dapat dijinakkan dan ditangkap sehingga tidak menyerang warga. 

Serangan kawanan kera liar juga dapat diatasi dengan melakukan penembakan menggunakan senapan angin. Tujuannya agar kawanan kera liar tidak menyerang dan pergi dari pemukiman penduduk. “Berbagai langkah penanganan sudah ada dan tinggal mana yang dipilih untuk dilaksanakan,” lanjutnya. 

Kapolres menambahkan, dari keterangan warga dalam beberapa tahun terakhir populasi kera liar di wilayah pegunungan di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu memang sangat besar. Hal itu tidak diimbangi dengan ketersediaan makanan yang disediakan alam. Akibatnya kawanan kera liar menyerang tanaman pangan di perkebunan dan masuk ke rumah warga untuk mendapatkan makanan.

Kepala Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu Sunardi mengatakan, sudah sering mendapatkan keluhan warga akibat serangan kawanan kera liar. Serangan tersebut sudah terjadi cukup lama dan belum berhenti sampai sekarang. Kawanan kera liar tersebut berasal dari gunung disekitar tempat tinggal warga. 

Serangan kawanan kera liar yang terjadi saat masih musim penghujan membuat kaget warga. Sebab biasanya fenomena tersebut terjadi saat musim kemarau. Kera liar tersebut sekali turun jumlahnya sangat banyak dan meresahkan warga. Sebab kawanan kera liar menyerang perkebunan dan rumah warga. 

Bahkan tidak jarang kawanan kera liar berusaha menyerang warga demi untuk mendapatkan makanan. Serangan kawanan kera liar membuat sejumlah tanaman pangan milik petani rusak. Seperti tanaman kacang tanah, singkong, ketela pohon dan berbagai sayuran. Hasil bumi tersebut ludes dijarah kawanan kera liar saat datang menyerang perkebunan. 

“Serangan kawanan kera liar sekarang semakin meluas dan menambah resah warga. Sebab kera itu menyerang demi mendapatkan makanan,” ujarnya. 

Pemerintah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kecamatan dan Pemkab Sukoharjo. Hal itu dilakukan sebab sangat sulit mengusir kawanan kera liar yang terus menyerang.  (Mam)