DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 15 Maret 2019 / 17:46 WIB

'Coaching Clinic' Bersama Juara Olimpiade Taekwondo

SLEMAN, KRJOGJA.com - Juara olimpiade taekwondo 2004 Athena, Moon Dae Sung asal Korsel tertarik datang ke Indonesia, tak lain ingin memajukan prestasi taekwondo Negeri ini, khususnya Yogyakarta, apalagi ia sudah mengenal lama taekwondo Indonesia asal Yogyakarta Rahmi Kurnia, semasa menjadi atlet hingga sekarang. 

"Saya ingin mengembangkan dan meningkatkan prestasi atlet taekwondo Indonesia agar bisa berbicara dan menjadi juara di SEA Games, Asian Games maupun olimpiade," ujar Moon Dae Sung yang menjadi narasumber pada  ajang <I> 1st Rahmi Kurnia coaching clinic<P> di Kalasan Room Grand Quality Hotel, Jalan Solo, Sleman, Jumat (15/3).

Acara <I>coaching clinic<P> yang dibuka Wakil Ketua KONI DIY Rumphis, dihadiri pula Ketua Umum Pengda Taekwondo Indonesia (TI) Hartanto SE SH MHum, Said Ismail (mantan wasit sepakbola nasional) sekaligus orang tua Rahmi Kurnia, Ketum KONI DIY Prof Dr Joko Pekik MKes AIFO, Sekum KONI DIY Drs Agung Nugroho dan perwakilan aparat terkait.

Sementara itu, Sabtu (16/3) ini mulai pukul 08.00 akan digelar kejuaraan '1st Rahmi Kurnia Takekwondo Championship 2019' di Balai Lantip Akakom, Banguntapan, Bantul. "Acara pembukaan kejuaraan nantinya akan dimeriahkan juga Tim Demonstrasi N-Lion (juara I Go Talent) dari Jakarta," ujar Rahmi.

Rumphis mengatakan, dalam meningkatkan prestasi atlet taekwondo perlu adanya 'mindset' atau pola berbeda yang perlu dimiliki para pembina, jadi perlu adanya perubahan. "Kalau orang lain melakukan latihan tiga kali dalam seminggu, kita harus melakukan hal berbeda dengan melakukan 4 kali latihan dalam seminggu," ujarnya.

Dengan hadirnya Mood Dae Sung dan tiga rekannya lainnya dari Korsel yaitu Lee Sun Jae, Jeang Soonil dan FX Vicky Rusli dalam <I>coaching Clinic<P> disambut gembira Hartanto (selaku Ketum Pengda TI DIY) dan Pengurus KONI DIY, Rumphis. "Mari kita peras ilmu taekwondo yang dimiliki Moon Dae Sung dan kawan-kawan hingga habis, demi untuk meningkatkan prestasi atlet taekwondo DIY, apalagi kita dalam PON 2020 di Papua mendatang telah mematok target 1 medali emas," papar Rumphis. 

Sedangkan Rahmi Kurnia yang juga Ketua panitia penyelenggara sekaligus penggagas 'coching clinic' taekwondo ini menjelaskan, kegiatan yang diikuti sekitar 106 atlet dan pelatih ini tidak hanya dari DIY saja, tapi mereka berasal dari beberapa daerah lainnya, di antaranya perwakilan Kalimantan. Dari sebagian mereka yang ikut 'coaching Clinic', hari ini juga bakal tampil dalam kejuaraan taekwondo Rahmi Kurnia I tahun 2019. (Rar)