DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 15 Maret 2019 / 13:06 WIB

BANGUN SISTEM MITIGASI KEKERASAN

Sekolah Ramah Anak Didorong Tumbuh Mandiri


YOGYA, KRJOGJA.com - Secara kelembagaan seluruh sekolah di Kota Yogya sebenarnya layak diwujudkan menjadi ramah anak. Namum demikian Pemkot Yogya mendorong agar perwujudan sekolah ramah anak tumbuh secara mandiri.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogya Edy Muhammad, dari sekitar 111 sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Yogya, sudah terdapat 64 sekolah ramah anak. “Kalau ditunjuk, semuanya bisa dijadikan ramah anak. Tapi harapan kami sekolah bisa berkomitmen diri baru kemudian kami masuk,” urainya, Rabu (13/3).

Dengan adanya komitmen diri tersebut maka sekolah ramah anak tidak sekadar menjadi suatu program melainkan berimplikasi terhadap seluruh sistem di sekolah. Di samping itu juga ada keseriusan dan tanggung jawab dari pihak sekolah. Terutama dengan membentuk kepengurusan dan memiliki program ramah anak secara berkelanjutan.

Komitmen diri atau penumbuhan secara mandiri tersebut akan menjadikan program sekolah ramah anak semakin berkualitas. “Kami targetkan seluruh sekolah di Kota Yogya mampu berkomitmen diri menjadi ramah anak paling lambat di akhir tahun ini,” imbuh Edy.

Edy memaparkan, melalui sekolah ramah anak tersebut pihaknya juga akan membangun sistem mitigasi kekerasan. Selama ini sistem mitigasi yang diajarkan di lembaga pendidikan masih fokus pada kebencanaan. Padahal dampak kekerasan yang menimpa anak juga berimplikasi serius. Oleh karena itu, dengan mitigasi kekerasan tersebut sekolah bisa langsung memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kekerasan anak di sekolah.  "Jangan sampai justru sekolah menjadi resisten atau memproteksi saat ada kekerasan di sana. Sekolah tidak perlu takut namanya tercoreng sehingga harus protek,” tandasnya.

Edy menjelaskan, langkah yang harus dilakukan oleh sekolah ketika mengetahui kekerasan ialah menghubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Kota Yogya yang berada di Jalan Batikan. Selain itu juga bisa melaporkan ke DPMPPA dii kompleks Balaikota.  Hal ini supaya korban maupun pelakunya dapat diberikan
tindakan yang tepat secara psikis. (Dhi)