Olahraga Agregasi    Jumat, 15 Maret 2019 / 14:50 WIB

Masalah Winglet, Aprilia Bantah Ingin Melawan Ducati

NOALE, KRJOGJA.com – CEO Aprilia Gresini, Massimo Rivola, membeberkan alasan kenapa timnya amat mempermasalahkan winglet yang dipasang pada motor Mission Winnow Ducati, Desmosedici GP19, di MotoGP Qatar 2019. Rivola meluruskan bahwa niat awalnya bukan untuk melawan Ducati melainkan demi mengkonfirmasi aturan.

Sebagaimana diketahui, pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, telah memenangkan MotoGP Qatar 2019. Akan tetapi, ada empat tim yang mempermasalahkan cara Ducati meraih kemenangan di MotoGP Qatar 2019.

Empat tim itu adalah Aprilia, Repsol Honda, KTM Red Bull dan Suzuki Ecstar. Keempat tim itu menilai Ducati telah melakukan pelanggaran dengan memasang winglet di depan ban belakang Desmosedici. Sebab, winglet seperti itu sejatinya hanya boleh digunakan dalam balapan basah karena alasan keamanan. Apabila winglet tersebut dipakai di balapan kering maka itu dianggap telah melanggar aturan.

Setelah MotoGP Qatar 2019, keempat tim itu telah melaporkan protesnya kepada Technical Direction MotoGP tetapi ditolak. Kendati sudah ditolak, tetapi masalah ini tetap diproses ke Pengadilan Banding MotoGP. Keputusan soal winglet Desmosedici ini akan diketahui sebelum MotoGP Argentina 2019.

“Kami bukan aksi melawan Ducati, kami tidak ingin menggerutu siapa pun. Yang saya anggap serius adalah surel berisikan penolakan kami soal solusi serupa (penggunaan winglet di depan ban belakang) pada 19 Februari 2019 dan setelah seminggu ada satu hal yang pasti dipelajari oleh tim Bologna (Ducati) untuk waktu yang lama,” ujar Rivola, seperti yang diwartakan Motorsport Week, Kamis (14/3/2019).

“Sekarang akan menjadi tanggung jawab FIM untuk membuktikan bahwa hal itu tidak menciptakan dan mengambil keuntungan. Saat menolak, mereka (Technical Direction MotoGP ) tidak dapat memberikan penjelasan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk melanjutkan dengan mengajukan banding ke Pengadilan (Banding MotoGP) yang lebih siap untuk membahas masalah teknis,” tutupnya.(*)