Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 14 Maret 2019 / 19:40 WIB

Potensi Pelanggaran Pemilu di Purworejo Tinggi

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Potensi pelanggaran Pemilu di Kabupaten Purworejo cukup tinggi. Bahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam kurun waktu lima bulan telah melakukan pencegahan sekitar 234 kali.

“Selama lima bulan terakhir bentuk pencegahan secara lisan paling sering dilakukan. Cara seperti itu ternyata berhasil mencegah pelanggaran kampanye. Pengawas di lapangan mengundang panitia penyelenggara lalu menghimbau mereka agar tidak melakukan kampanye yang berindikasi pelanggaran,” kata Ketua Bawaslu Purworejo yang sekaligus sebagai Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Nur Kholiq SH SThI MKn, Kamis(14/3).

Bentuk pencegahan yang dilakukan Bawaslu lanjut Nur Kholiq sangat beragam. Diantaranya dilakukan dengan cara himbauan langsung agar tidak terjadi pelanggaran, imbauan secara tertulis, dan mencegah sesaat sebelum peristiwa sehingga pelanggaran batal terjadi.

Disamping itu juga dengan menemui panitia kegiatan. Seperti di Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag, mencegah pelanggaran kampanye di sebuah pengajian selapanan rutin. Bentuk pencegahan secara tertulis yakni dengan mengirimkan surat kepada anggota legislatif yang berada di wilayah Kecamatan Grabag pada saat  akan melakukan kegiatan reses. 

"Upaya pencegahan juga dilakukan dalam pertemuan Ansor di DesaTlogobulu, Kecamatan Kaligesing,” katanya didampingi Koordinator Hukum Data dan Informasi Bawaslu Purworejo, Rinto Hariyadi.(Nar)